Panen 28 Kg Kangkung, Bukti Produktivitas Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan
Karang Intan, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus kembangkan pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui pertanian produktif dan bermanfaat. Melalui kegiatan tersebut, Warga Binaan berhasil memanen 28 kilogram kangkung di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2 pada Selasa (3/11). Hasil panen ini mencerminkan upaya Lapas dalam memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan pertanian sekaligus membantu memenuhi kebutuhan bahan pangan di lingkungan Lapas.
Kegiatan pertanian ini melibatkan Warga Binaan yang secara langsung mengikuti setiap tahapan penanaman hingga pemanenan di lahan SAE 2 dengan pendampingan dan pengawasan petugas Seksi Kegiatan Kerja, Muhammad Fajeri dan Ibnu Khairullah. Petugas memberikan arahan dan pendampingan agar Warga Binaan memahami setiap proses, meningkatkan ketelitian, serta membiasakan diri bekerja secara disiplin dan bertanggung jawab.
Fajeri menjelaskan pembinaan pertanian memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk mempraktikkan keterampilan sekaligus menghasilkan produk yang memiliki manfaat. “Kami memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk belajar dan terlibat langsung dalam proses pertanian. Panen 28 kilogram kangkung menjadi salah satu hasil dari kegiatan yang mereka jalankan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh terus dikembangkan dan menjadi bekal bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya,
Tidak hanya berorientasi pada hasil panen, Lapas Narkotika Karang Intan juga menjadikan kegiatan ini sebagai sarana pengembangan keterampilan kerja Warga Binaan. Selama mengikuti kegiatan pertanian, Warga Binaan mempelajari cara mengelola tanaman, menjaga kualitas hasil pertanian, membagi tugas, serta menyelesaikan pekerjaan dengan disiplin dan tanggung jawab. Kemampuan tersebut diharapkan menjadi bekal untuk mengembangkan kegiatan pertanian maupun peluang usaha setelah mereka kembali ke masyarakat.
Salah satu Warga Binaan berinisial AH mengungkapkan kegiatan pertanian memberikan pengalaman baru sekaligus kesempatan untuk meningkatkan keterampilan selama menjalani masa pembinaan. Ia senang terlibat langsung dalam proses penanaman hingga pemanenan dan memperoleh pengetahuan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
“Kami mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru tentang pertanian. Kami belajar merawat tanaman, bekerja sama, dan bertanggung jawab hingga menghasilkan panen. Harapannya, keterampilan ini bisa kami manfaatkan setelah kembali ke masyarakat sehingga menjalani kehidupan yang lebih mandiri,” ungkap AH.
Hasil panen tersebut juga memberikan manfaat bagi lingkungan Lapas melalui ketersediaan sayuran sebagai bahan pangan. Dengan demikian, pembinaan kemandirian tidak hanya memberikan pengalaman kerja kepada Warga Binaan, tetapi juga menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.
Hasil panen 28 kilogram kangkung di SAE 2 menjadi salah satu gambaran pembinaan yang dilaksanakan secara terarah dapat menghasilkan kegiatan produktif sekaligus mempersiapkan Warga Binaan agar mengembangkan potensi dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri pada masa mendatang. Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Karang Intan terus mendorong pembinaan kemandirian yang berorientasi pada keterampilan, produktivitas, dan kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.
Kontributor: LPN Karang Intan
What's Your Reaction?


