Panen 3.000 Buah Kelapa, Rutan Majene Produktifkan Lahan SAE
Majene, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene panen 3.000 buah kelapa dari Lahan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) di Lingkungan Mangge, Kelurahan Baru, Kecamatan Banggae, Selasa (6/10). Kegiatan ini bagian dari pemanfaatan lahan SAE untuk dukung program ketahanan pangan sekaligus pembinaan Warga Binaan.
Panen tersebut jadi salah satu hasil pengelolaan lahan SAE yang dilakukan secara berkelanjutan. Selain hasilkan komoditas, lahan ini dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran bagi Warga Binaan dalam kegiatan pembinaan kemandirian.
Pembina Kemandirian Rutan Majene, Munardi Sakti, menjelaskan bahwa panen kelapa merupakan hasil dari proses pemeliharaan dan pengelolaan lahan yang dilakukan bersama Warga Binaan.
“Panen ini merupakan hasil dari proses yang cukup panjang, mulai dari pemeliharaan hingga perawatan tanaman. Kami terus memberikan pendampingan kepada Warga Binaan agar mereka tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi juga memahami proses budi daya dan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan,” jelas Munardi.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan, Ahmad, mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan di lahan SAE memberikan pengalaman dan pengetahuan baru yang bermanfaat.
“Kami merasa senang bisa ikut terlibat dalam kegiatan di lahan SAE. Dari sini kami belajar bagaimana merawat tanaman sampai proses panen. Mudah-mudahan keterampilan yang kami dapatkan selama mengikuti kegiatan ini bisa menjadi bekal ketika nantinya kembali ke masyarakat,” ungkap Ahmad.
Secara terpisah, Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu, menyampaikan bahwa keberhasilan panen tersebut jadi motivasi bagi jajaran Rutan Majene untuk terus kembangkan berbagai komoditas di lahan SAE. Menurutnya, keberadaan SAE tidak hanya diarahkan untuk hasilkan produk pertanian, tetapi juga mendukung pembinaan kemandirian Warga Binaan.
“Panen 3.000 buah kelapa ini menjadi bukti bahwa lahan SAE dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat nyata. Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan lahan ini dengan mengembangkan berbagai komoditas, sehingga selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga mampu membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujar Christy.
Program tersebut sejalan dengan semangat Asta Cita Pemerintah serta Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian Warga Binaan. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Majene
What's Your Reaction?


