Panen 486,5 Kg Kangkung, Lapas Baubau Buktikan Produktivitas Pembinaan Warga Binaan

Panen 486,5 Kg Kangkung, Lapas Baubau Buktikan Produktivitas Pembinaan Warga Binaan

Baubau, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Baubau berhasil panen 486,5 kilogram kangkung dari kegiatan pertanian yang dikelola Warga Binaan di area brandgang, Kamis (5/11). Dengan memanfaatkan lahan terbatas sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), kegiatan ini jadi bukti produktivitas pembinaan kemandirian sekaligus upaya memanfaatkan lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal.

Kegiatan pertanian tersebut merupakan implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yakni kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle). Melalui program ini, Warga Binaan diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses budi daya, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Safaruddin, menyampaikan harapannya agar kegiatan pertanian ini terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Lahan terbatas yang tersedia harus tetap bisa dioptimalkan menjadi area produktif,” ujarnya.

Staf Giatja, Fitria, menjelaskan bahwa keterlibatan Warga Binaan dalam kegiatan pertanian menjadi bagian penting dari proses pembelajaran keterampilan.

“Melalui praktik langsung, Warga Binaan dapat memahami tahapan budi daya tanaman sekaligus menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Hasil panen yang mencapai 486,5 kilogram menjadi salah satu capaian dari proses pembinaan tersebut,” ujarnya.

Hasil panen ini mencerminkan upaya Lapas Baubau berikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan pertanian sekaligus membantu memenuhi kebutuhan bahan pangan di lingkungan Lapas. Pemanfaatan area brandgang sebagai SAE menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk menghasilkan kegiatan produktif dan bermanfaat.

Warga Binaan B mengungkapkan bahwa kegiatan pertanian memberikan pengalaman dan pengetahuan baru dalam mengembangkan keterampilan bercocok tanam.

“Saya senang bisa terlibat dalam kegiatan ini. Selain menambah pengalaman dan keterampilan, kami juga belajar bekerja sama serta merawat tanaman hingga menghasilkan panen. Semoga ilmu yang didapat bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ungkapnya. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Baubau

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0