Pegang Teguh Fondasi Iman, Warga Binaan Katolik Lapas Tual Rutin Ikuti Bimbingan Kerohanian
Langgur, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual penuhi hak dasar Warga Binaan, salah satunya melalui pembinaan kerohanian. Bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tenggara, Lapas Tual gelar bimbingan rohani rutin bagi Warga Binaan beragama Katolik di blok hunian, Selasa (3/11).
Kegiatan yang berlangsung khusyuk ini dukung proses reintegrasi sosial. Para Warga Binaan diajak merefleksikan diri, mendalami Kitab Suci, serta memahami pentingnya sakramen tobat dan pengampunan.
Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Tual, Fransisco Fanulene, tegaskan bahwa perubahan perilaku harus dimulai dari ketenangan batin.
"Pembinaan spiritual ini adalah fondasi utama. Kami ingin memastikan setiap Warga Binaan Katolik mendapatkan pelayanan rohani yang layak agar mental mereka siap dan pulih saat kembali ke masyarakat nanti," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Tual, Keneth Huwae, menyebut program ini turut berdampak positif terhadap keamanan di dalam Lapas. Pendekatan spiritual dinilai membantu mengurangi kecemasan dan stres Warga Binaan.
"Warga Binaan yang aktif beribadah cenderung menunjukkan sikap yang lebih tenang, santun, dan patuh pada aturan," jelas Keneth.
Penyuluh Agama Kemenag Maluku Tenggara, Patriks Kia, menyampaikan pesan tentang pertobatan dan harapan. Ia menekankan bahwa Tuhan selalu memberikan kesempatan kedua bagi setiap orang yang mau berbenah diri.
"Tugas kami adalah mendampingi mereka agar tidak kehilangan arah. Di sini, mereka belajar bahwa kesalahan di masa lalu adalah pelajaran, bukan akhir dari segalanya," ungkap Patriks.
Melalui pembinaan rohani ini, Lapas Tual berharap Warga Binaan dapat menjalani masa pidana dengan lebih baik dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan bertakwa. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tual
What's Your Reaction?


