Peletakan Batu Pertama Tandai Program Bedah Rumah bagi Mantan Warga Binaan di Sulteng

Peletakan Batu Pertama Tandai Program Bedah Rumah bagi Mantan Warga Binaan di Sulteng

Palu, INFO PAS – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai program bedah rumah bagi seorang mantan Warga Binaan di Kota Palu, Kamis (2/7). Hal tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama sebagai awal pembangunan rumah layak huni bagi penerima manfaat.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Herman Mulawarman, mengatakan bantuan diberikan kepada mantan Warga Binaan yang telah menyelesaikan masa pidana, menunjukkan perubahan perilaku selama menjalani pembinaan, serta memiliki kondisi ekonomi yang membutuhkan dukungan untuk memulai kehidupan baru.

Menurut Herman, program tersebut merupakan wujud komitmen Pemasyarakatan dalam mendukung proses reintegrasi sosial agar mantan Warga Binaan dapat kembali hidup produktif di tengah masyarakat.

"Mudah-mudahan dengan bantuan rumah yang layak ini bisa memacu dan memotivasi yang bersangkutan untuk lebih baik lagi setelah bebas dari Lapas. Kami berharap apa pun permasalahan yang pernah dilakukan sebelumnya tidak terulang kembali dan ini bisa menjadi contoh bagi yang lain," ujar Herman.

Ia menjelaskan, pada tahap awal program bedah rumah baru menyasar satu penerima manfaat di Sulteng. Ke depan, program tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat maupun mantan Warga Binaan yang benar-benar membutuhkan hunian layak.

Herman menegaskan program tersebut merupakan implementasi Asta Cita Presiden dalam mendukung pengentasan kemiskinan sekaligus bagian dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mendorong pelayanan Pemasyarakatan lebih humanis dan berdampak bagi masyarakat.

"Kami ingin program yang dijalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.

Sebelum menetapkan penerima bantuan, Kanwil Ditjenpas Sulteng melakukan asesmen dan peninjauan langsung terhadap kondisi rumah serta lingkungan tempat tinggal calon penerima. Hasil asesmen menunjukkan rumah yang ditempati sudah tidak layak huni sehingga diprioritaskan untuk memperoleh bantuan pembangunan.

Dalam proses pembangunan, Kanwil Ditjenpas Sulteng juga melibatkan Warga Binaan yang sedang menjalani program asimilasi dan memiliki keterampilan di bidang konstruksi. Pelibatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengaplikasikan keterampilan yang telah diperoleh selama menjalani pembinaan.

"Ini juga menjadi upaya kami mendekatkan Warga Binaan kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa di dalam lapas ada program pembinaan yang membekali mereka dengan keterampilan sesuai kemampuannya," ucap Herman.

Penerima bantuan, Vanes, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi keluarganya untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak.

"Bantuan bedah rumah ini sangat membantu saya dan keluarga. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kakanwil beserta jajaran atas kepeduliannya. Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk menjalani kehidupan yang lebih baik," kata Vanes.

Pembangunan rumah ditargetkan rampung pada 17 Agustus 2026. Rumah tersebut direncanakan diserahkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai simbol dimulainya kehidupan baru bagi penerima manfaat. (afn)

 

Kontributor: Humas Kanwil Ditjenpas Sulteng

 

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1