Pembacaan Puisi WBP Rutan Majene Buka Bincang Literasi di Cafe Antrabez

Majene, INFO_PAS – Café Antrabez Rumah Tahanan Negara (Rutan) Majene menjadi tuan rumah Bincang Literasi yang diadakah Serambi Pustaka Sastra Mandar, Selasa (29/1). Acara bertema "Bisikan Sastra di Ayunan Politik Era Digital" ini turut dihadiri beberapa penggiat literasi dan masyarakat Kota Mejene. Acara dibuka dengan pembacaan puisi oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Majene, Ruali Al Eko, sebelum dibuka oleh penulis sekaligus Komisioner Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Barat, Adi Arwan Alimin, serta Andika Mappasomba yang merupakan penulis dan pegiat literasi nasional. [caption id="attachment_72212" align="aligncenter" width="300"] Bincang Literasi di Rutan Mejene[/caption] Diskusi tersebut diisi dengan beberapa pertanyaan dari para pegiat yang hadir, khususnya pertanyaan tentang peran sast

Pembacaan Puisi WBP Rutan Majene Buka Bincang Literasi di Cafe Antrabez
Majene, INFO_PAS – Café Antrabez Rumah Tahanan Negara (Rutan) Majene menjadi tuan rumah Bincang Literasi yang diadakah Serambi Pustaka Sastra Mandar, Selasa (29/1). Acara bertema "Bisikan Sastra di Ayunan Politik Era Digital" ini turut dihadiri beberapa penggiat literasi dan masyarakat Kota Mejene. Acara dibuka dengan pembacaan puisi oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Majene, Ruali Al Eko, sebelum dibuka oleh penulis sekaligus Komisioner Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Barat, Adi Arwan Alimin, serta Andika Mappasomba yang merupakan penulis dan pegiat literasi nasional. [caption id="attachment_72212" align="aligncenter" width="300"] Bincang Literasi di Rutan Mejene[/caption] Diskusi tersebut diisi dengan beberapa pertanyaan dari para pegiat yang hadir, khususnya pertanyaan tentang peran sastrawan dalam dunia politik. Dalam kesempatan ini juga para calon legislatif (caleg) diharapkan mempunyai jiwa sastra dan bisa melek literasi. "Ingat, ini bukan kampanye, tapi adalah diskusi. Kami mengharapkan para caleg bisa melek literasi. Minimal mereka gemar membaca buku," ungkap Adi. Acara tersebut sengaja digelar di Café Antrabez Rutan Majene karena selain sebagai café, tempat ini juga berfungsi sebagai taman baca bagi para pengunjung cafe dan juga pembesuk WBP seraya menunggu antrean. Acara pun ditutup dengan pembacaan puisi oleh Ahmad Akbar salah satu pegiat literasi Sulawesi Barat.     Kontributor: Rutan Majene

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0