Pembinaan Agama Islam Perkuat Karakter Warga Binaan Lapas Pemuda Madiun
Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus perkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan melalui kegiatan pembinaan agama Islam bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun, Selasa (1/9). Kegiatan tersebut upaya membentuk Warga Binaan yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat.
Sebelum kegiatan dimulai, seluruh Warga Binaan melakukan absensi melalui fitur SDP Pembinaan Kehadiran Warga Binaan. Data tersebut digunakan untuk memantau dan mengevaluasi partisipasi peserta sehingga pelaksanaan pembinaan dapat berlangsung secara terarah dan berkelanjutan.
Pembinaan dilanjutkan dengan Salat Duha berjemaah, pembacaan Surah Yasin, lantunan Asmaul Husna, serta tausiah yang disampaikan Ustaz Marsum dari Kemenag Kota Madiun. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti Warga Binaan dengan antusias.
Dalam tausiahnya, Ustaz Marsum mengajak Warga Binaan jadikan masa pidana sebagai momentum untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Menurutnya, perubahan tidak hanya ditunjukkan melalui perilaku selama berada di Lapas, tetapi juga melalui kemauan meningkatkan kualitas keimanan dan memperbaiki hubungan dengan sesama.
“Jadikan masa di dalam Lapas ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Jangan melihat masa lalu sebagai sesuatu yang harus terus disesali, tetapi jadikan sebagai pelajaran untuk melangkah menjadi pribadi yang lebih baik. Perkuat ibadah, jaga lisan dan perilaku, serta tanamkan niat untuk kembali ke masyarakat dengan membawa perubahan positif,” ujar Marsum.
Ia juga mengingatkan Warga Binaan agar tidak mudah putus asa dalam menjalani proses pembinaan. Kesabaran, keikhlasan, dan ketekunan dalam beribadah diharapkan menjadi kekuatan dalam menghadapi setiap proses yang dijalani.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa pembinaan agama merupakan salah satu aspek penting dalam membentuk karakter Warga Binaan.
“Pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan kami laksanakan secara konsisten. Harapannya, Warga Binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan keterampilan, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat. Dengan begitu, ketika kembali ke masyarakat, mereka mampu menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan dapat diterima kembali di lingkungan sosialnya,” tegas Rudi.
Rudi menambahkan, kerja sama dengan Kemenag Kota Madiun bentuk sinergi dalam memberikan pembinaan yang berkesinambungan kepada Warga Binaan.
“Kami mengapresiasi dukungan Kemenag Kota Madiun yang terus hadir memberikan pembinaan. Sinergi seperti ini sangat penting untuk menciptakan proses pembinaan yang menyentuh aspek mental, spiritual, dan karakter Warga Binaan,” tambahnya.
Salah seorang Warga Binaan, A, mengaku merasakan manfaat dari kegiatan pembinaan agama yang rutin dilaksanakan.
“Kegiatan seperti ini membuat saya lebih tenang dan banyak melakukan introspeksi. Saya belajar untuk memperbaiki diri, lebih disiplin dalam beribadah, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga setelah selesai menjalani masa pidana nanti, saya bisa menerapkan apa yang saya dapat selama mengikuti pembinaan,” ungkapnya.
Melalui pembinaan agama Islam yang dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, Lapas Pemuda Madiun perkuat kepribadian dan karakter Warga Binaan. Pembinaan tersebut diharapkan jadi bekal spiritual dan moral bagi Warga Binaan dalam menjalani proses reintegrasi serta kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Pemuda Madiun
What's Your Reaction?


