Produktif dan Berkelanjutan, Rutan Ambon Kembali Panen Pakcoy Hidroponik

Produktif dan Berkelanjutan, Rutan Ambon Kembali Panen Pakcoy Hidroponik

Ambon, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali panen tiga kg pakcoy hasil budidaya hidroponik sebagai program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan, Selasa (1/9). Panen yang dilakukan secara berkelanjutan ini menjadi salah satu komitmen Rutan Ambon dalam mengembangkan kegiatan produktif bagi Warga Binaan.

Dalam pelaksanaannya, Warga Binaan terlibat secara langsung dalam merawat tanaman dan memastikan kebutuhan tanaman terpenuhi dengan baik. Kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan sayuran segar, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan keterampilan bagi Warga Binaan dalam bidang pertanian menggunakan metode hidroponik.

Panen pakcoy yang kembali dilakukan menunjukkan budidaya hidroponik di Rutan Ambon terus berjalan secara produktif dan berkelanjutan. Hasil tanaman yang telah mencapai masa panen dikumpulkan dan dipilah untuk memastikan sayuran yang dihasilkan memiliki kondisi yang baik.

Petugas Bimbingan Kegiatan, Safril, menyampaikan budidaya hidroponik merupakan salah satu pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan sekaligus belajar bertanggung jawab dalam mengelola tanaman.

“Budidaya hidroponik ini kami lakukan berkelanjutan. Warga Binaan terlibat langsung mulai dari proses penyemaian hingga panen. Setiap tahapan menjadi pembelajaran agar mereka memahami cara merawat tanaman dengan baik dan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan,” ujar Safril.

Ia menambahkan keberhasilan panen tidak terlepas dari perawatan yang dilakukan secara rutin dan konsisten. Warga Binaan diberikan tanggung jawab untuk memperhatikan kondisi tanaman, termasuk kebutuhan air dan nutrisi, serta menjaga kebersihan area budidaya.

“Setiap kali panen menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pengelolaan hidroponik. Harapannya, produktivitas terus meningkat dan kegiatan ini memberikan manfaat yang lebih besar bagi Warga Binaan,” tambah Safril.

Salah seorang Warga Binaan yang tergabung dalam kelompok tani hidroponik Rutan Ambon, Ismail, senang terlibat langsung dalam kegiatan budidaya hingga proses panen pakcoy. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam bidang pertanian sekaligus mengajarkan pentingnya ketekunan dan kerja sama dalam menghasilkan tanaman yang baik.

“Kami belajar bersama mulai dari menyemai bibit, merawat tanaman, memberikan nutrisi, hingga akhirnya bisa dipanen. Melihat tanaman yang kami rawat tumbuh dengan baik dan siap dipanen memberikan kepuasan tersendiri,” ujar Ismail.

Ismail menambahkan keterlibatan dalam kelompok tani hidroponik membuatnya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang sebelumnya belum banyak diketahui. Baginya, pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan hidroponik menjadi bekal ketika nantinya kembali ke masyarakat. Pengetahuan mengenai budidaya sayuran dikembangkan secara mandiri maupun bersama masyarakat di lingkungan tempat tinggal.

Ia berharap kegiatan tersebut terus berjalan sehingga Warga Binaan dapat semakin memahami cara mengelola tanaman hidroponik. “Di sini kami belajar untuk lebih teliti dan sabar dalam merawat tanaman. Tidak bisa langsung ditinggalkan karena harus diperhatikan setiap hari. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan kami makin banyak belajar,” harap Ismail.

Sementara itu, Kepala Rutan Ambon, Meta Putra, menyampaikan budidaya hidroponik merupakan pembinaan yang diarahkan untuk membangun kemandirian Warga Binaan melalui kegiatan yang produktif dan memiliki manfaat. “Kami ingin Warga Binaan mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang menjadi bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, ketahanan pangan melalui budidaya sayuran hidroponik memiliki manfaat dalam membangun sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, san ketekunan Warga Binaan. Proses perawatan tanaman yang dilakukan setiap hari menjadi bagian dari pembelajaran untuk membangun kebiasaan positif. “Warga Binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan yang produktif, tetapi juga belajar mengelola suatu proses dari awal sampai menghasilkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan. Ini merupakan bagian penting dari pembinaan kemandirian,” tambah Meta.

Kegiatan ini menjadi upaya Rutan Ambon dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan secara optimal. Metode hidroponik menjadi salah satu alternatif budidaya yang dapat diterapkan dengan memanfaatkan ruang yang tersedia secara efisien.

Dengan adanya pendampingan petugas dan partisipasi aktif Warga Binaan, Rutan Ambon berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan pertanian hidroponik berkelanjutan. Tidak hanya berhenti pada panen pakcoy, kegiatan ini diharapkan terus berkembang dengan jenis tanaman lainnya sehingga memberikan manfaat yang lebih luas. (IR)

 

 

Kontributor: Rutan Ambon

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0