Pembinaan Kerohanian Lintas Iman, Komitmen Lapas Tolitoli Bangun Karakter Warga Binaan

Pembinaan Kerohanian Lintas Iman, Komitmen Lapas Tolitoli Bangun Karakter Warga Binaan

Tolitoli, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli kembali tegaskan komitmennya dalam menjalankan pembinaan menyeluruh bagi Warga Binaan tanpa membedakan latar belakang, termasuk dalam aspek keagamaan. Pada Selasa (9/12), pembinaan kerohanian dilaksanakan secara berkesinambungan bagi Warga Binaan beragama Kristen dan Islam sebagai bagian dari pembinaan kepribadian humanis dan berorientasi pada perubahan perilaku positif.

Pada pukul 09.30 WITA, Warga Binaan Nasrani mengikuti ibadah dan pembinaan rohani di Gereja Patmos Lapas Tolitoli. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Pendeta Joel Saragih yang menyampaikan pesan reflektif tentang pentingnya evaluasi diri, rasa syukur, dan keteladanan iman sebagaimana tercermin dalam Kidung Maria. Menurutnya, iman yang kuat menjadi fondasi utama dalam menumbuhkan harapan serta mendorong setiap individu untuk hidup dalam kebaikan dan kerendahan hati.

Salah satu Warga Binaan Nasrani mengungkapkan perasaannya usai mengikuti ibadah. “Melalui pembinaan kerohanian ini saya merasa dikuatkan dan lebih tenang. Pesan yang disampaikan membuka hati saya untuk terus belajar bersyukur dan memperbaiki diri selama menjalani pembinaan di Lapas,” tutur Viktor.

Sementara pada pukul 10.00 WITA, Warga Binaan Muslim melaksanakan pembinaan kepribadian keagamaan di Masjid Darul Hisab Lapas Tolitoli. Kegiatan ini didampingi oleh Ustaz Solehan bersama Ustazah Asma dengan ceramah bertema “Dahsyatnya Huru-hara Padang Masyar dan Pelajaran Ketakwaan dalam Surah Al-Hasyr”. Ceramah tersebut mengajak Warga Binaan untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal kebaikan, dan menjadikan kesadaran akan kehidupan akhirat sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri.

Salah satu Warga Binaan Muslim menyampaikan bkegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi dirinya. “Ceramah yang disampaikan sangat menyentuh hati dan menjadi pengingat agar saya lebih taat beribadah, menjaga perilaku, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ungkap Yudi.

Sementara itu, Kepala Lapas Tolitoli, Muhammad Ishak, menegaskan pembinaan kerohanian merupakan pilar penting dalam Sistem Pemasyarakatan. “Kami berupaya menghadirkan pembinaan yang utuh. Tidak hanya fisik dan keterampilan, tetapi juga mental dan spiritual. Dukungan para pemuka agama di Kabupaten Tolitoli sangat kami harapkan agar pembinaan ini terus berkelanjutan,” jelasnya.

Pembinaan kerohanian lintas iman ini menjadi sarana strategis dalam membangun ketenangan batin, memperkuat nilai moral, serta membentuk karakter Warga Binaan agar lebih berakhlak dan bertanggung jawab. Selain memperdalam iman masing-masing, kegiatan ini juga menumbuhkan sikap saling menghormati dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat di Lapas.

Melalui pembinaan kerohanian yang inklusif dan berkesinambungan ini, Lapas Tolitoli terus berupaya menciptakan Warga Binaan yang beriman, berkarakter, dan siap kembali menjadi pribadi yang bermanfaat di tengah masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Tolitoli

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0