Pembinaan Produktif, Lapas Takalar Kembali Panen 100 Kg Mangga
Takalar, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar kembali panen mangga di lingkungan Lapas dengan hasil mencapai 100 kilogram, Kamis (5/11). Kegiatan ini bagian dari pemanfaatan lahan produktif untuk dukung ketahanan pangan sekaligus pembinaan Warga Binaan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Takalar, Heince, menyampaikan bahwa hasil panen tersebut merupakan buah dari perawatan dan pemeliharaan tanaman yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa lahan di lingkungan Lapas dapat dimanfaatkan secara produktif. Perawatan tanaman juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian, kedisiplinan, dan semangat kerja sama,” kata Heince.
Heince menambahkan bahwa panen mangga ini merupakan wujud pemanfaatan potensi lingkungan Lapas untuk menghasilkan bahan pangan. “Selain mendukung ketersediaan pangan, kegiatan tersebut juga menanamkan nilai produktivitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan semangat kemandirian bagi Warga Binaan,” tandasnya.
Salah seorang Warga Binaan, RZ, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan perawatan tanaman hingga panen mangga. “Kegiatan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi kami, sekaligus mengajarkan pentingnya kerja keras dan menjaga lingkungan,” kata RZ.
Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, menegaskan bahwa panen mangga merupakan bagian dari dukungan Lapas Takalar terhadap program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya di bidang ketahanan pangan.
“Panen mangga sebanyak 100 kilogram ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung program aksi Kemenimipas di bidang ketahanan pangan. Kami akan terus mengoptimalkan potensi lahan yang ada agar dapat memberikan manfaat nyata serta mendorong kegiatan pembinaan Warga Binaan yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Andi Gunawan.
Andi Gunawan berharap pemanfaatan lahan produktif dapat menambah keterampilan dan membentuk karakter mandiri Warga Binaan.
“Kami berharap pembinaan seperti ini tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga memberikan bekal keterampilan, pengalaman, dan nilai positif bagi Warga Binaan. Dengan demikian, mereka dapat mengembangkan potensi diri dan lebih siap kembali ke masyarakat,” tandasnya. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Takalar
What's Your Reaction?


