Perkuat Keimanan dan Ketakwaan, Lapas Tolitoli Gelar Pembinaan Keagamaan bagi Warga Binaan

Perkuat Keimanan dan Ketakwaan, Lapas Tolitoli Gelar Pembinaan Keagamaan bagi Warga Binaan

Tolitoli, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli gelar pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan beragama Islam dan Kristen di Masjid Darul Hisab dan Gereja Patmos Lapas Tolitoli, Kamis (22/10). Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WITA ini bagian dari pembinaan kepribadian untuk perkuat pemahaman agama dan tanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Warga Binaan beragama Islam, pembinaan berlangsung dengan bimbingan Ustaz Alif. Kegiatan meliputi pembelajaran membaca huruf hijaiyah menggunakan metode Al-Hidayah dan setoran hafalan Al-Qur’an. Warga Binaan mendapat kesempatan untuk tingkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus memperdalam pemahaman ajaran Islam.

Ustaz Alif menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

“Melalui pembelajaran membaca Al-Qur’an dan setoran hafalan, kami berharap Warga Binaan semakin termotivasi untuk mempelajari ajaran Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan menjadi lebih baik dapat dimulai dari kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” ungkapnya.

Sementara itu, Warga Binaan beragama Kristen mengikuti pembinaan di Gereja Patmos yang dipimpin oleh pegawai Lapas, Marthen. Kegiatan mengangkat tema “Persembahan Seorang Janda Miskin” yang bersumber dari Injil Lukas 21:1–4. Materi tersebut mengajak Warga Binaan memahami nilai ketulusan, keikhlasan, dan pentingnya memberikan yang terbaik sesuai kemampuan masing-masing.

Salah seorang Warga Binaan beragama Islam, MN, mengaku kegiatan tersebut memberinya kesempatan untuk memperdalam ajaran agama dan memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami karena memberikan kesempatan untuk lebih mendalami ajaran agama dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Saya berharap dapat terus mengikuti pembinaan ini dan menerapkan nilai-nilai positif yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Hal senada disampaikan D, Warga Binaan beragama Kristen. Menurutnya, pembinaan keagamaan memberikan penguatan rohani sekaligus mengingatkan pentingnya menerapkan nilai-nilai kasih dan keikhlasan dalam kehidupan.

“Melalui pembinaan ini, kami diingatkan untuk selalu bersyukur, memiliki hati yang tulus, dan terus memperbaiki diri. Firman Tuhan yang disampaikan menjadi motivasi bagi kami untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik serta menumbuhkan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ungkap Deki.

Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter Warga Binaan. Untuk itu, Lapas terus mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri, membangun perilaku yang lebih baik, serta mempersiapkan mereka agar dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab,” tegas Mansur Yunus Gafur. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Tolitoli

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0