Perkuat Pembinaan Kepribadian, Rutan Perempuan Surabaya Gelar Kohesi Sosial bersama Siswa Polri
Sidoarjo, INFO_PAS - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Perempuan Kelas IIA Surabaya fasilitasi kegiatan kohesi sosial bersama peserta didik Dikbangspes Polri Bintara Negosiator Gelombang II Tahun Anggaran 2026, Senin (8/6). Kegiatan yang berlangsung di Aula Malahayati tersebut menjadi ruang interaksi dan berbagi pengalaman antara Warga Binaan dan peserta didik dalam suasana yang hangat dan penuh makna.
Sebanyak 25 peserta didik dari Pusdik Sabhara Lemdiklat Polri ikuti kegiatan yang menjadi bagian dari pembelajaran lapangan guna membentuk kemampuan komunikasi, empati, dan pemahaman sosial yang dibutuhkan seorang negosiator.
Kepala Rutan Perempuan Surabaya, Yuyun Nurliana, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan kohesi sosial tidak hanya memberikan pengalaman belajar bagi peserta didik, tetapi juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk mengekspresikan diri dan membangun kepercayaan diri.
“Melalui kegiatan ini, Warga Binaan memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman hidup, menyampaikan harapan, serta merefleksikan perjalanan yang telah mereka lalui. Di sisi lain, peserta didik dapat belajar memahami berbagai persoalan sosial secara langsung melalui cerita dan pengalaman nyata. Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Yuyun.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, peserta didik terlebih dahulu menyerahkan bantuan berupa perlengkapan mandi kepada Warga Binaan. Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana akrab yang menjadi awal terbangunnya komunikasi antara kedua pihak.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Peserta didik dan Warga Binaan duduk bersama dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling bertukar cerita dan pengalaman hidup. Sejumlah Warga Binaan secara terbuka menceritakan perjalanan hidup, penyesalan atas masa lalu, hingga harapan untuk dapat kembali diterima masyarakat setelah bebas nanti.
AKP Retno Widyaningsih selaku tenaga pendidik menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran yang penting bagi peserta didik.
“Kami ingin peserta didik belajar langsung tentang pentingnya empati, mendengar secara aktif, dan memahami kondisi seseorang. Hal-hal tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun komunikasi yang efektif di lapangan,” jelas Retno.
Diskusi berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Tidak sedikit peserta didik yang mengaku memperoleh perspektif baru setelah mendengarkan kisah hidup Warga Binaan secara langsung.
Salah satu peserta didik, Bripda Tasya, mengaku mendapatkan pengalaman yang sangat berkesan dari kegiatan tersebut.
“Saya belajar bahwa setiap orang memiliki cerita yang tidak selalu terlihat dari luar. Setelah berbincang dengan Warga Binaan, saya menjadi lebih memahami pentingnya mendengar dan memahami seseorang sebelum memberikan penilaian,” ujarnya.
Sementara itu, Warga Binaan, S, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami merasa dihargai karena ada yang mau mendengarkan cerita kami. Kegiatan ini memberi semangat untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” kata S.
Melalui kegiatan kohesi sosial tersebut, Rutan Perempuan Surabaya dukung pelaksanaan program pembinaan yang berorientasi pada penguatan kepribadian, peningkatan kepercayaan diri, serta kesiapan Warga Binaan untuk kembali berinteraksi secara positif di tengah masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Perempuan Surabaya
What's Your Reaction?


