Perkuat Reintegrasi Sosial, Bapas Denpasar Bentuk Kelayan Binter dan FORIS di Kelurahan Astina
Buleleng, INFO_PAS — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Denpasar terus perkuat jejaring pembimbingan dan pengawasan Klien Pemasyarakatan melalui pembentukan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter) dan Forum Reintegrasi Sosial (FORIS) di Kelurahan Astina, Kabupaten Buleleng, Rabu (26/8). Kegiatan tersebut turut melibatkan Kelurahan Astina, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa), Dinas Sosial, dan Kementerian Agama sebagai kolaborasi dalam membangun dukungan lingkungan bagi Klien Pemasyarakatan selama menjalani proses reintegrasi sosial.
Kelayan Binter merupakan wadah layanan bagi Klien Pemasyarakatan yang mencakup bimbingan kepribadian, bimbingan kemandirian, dukungan sosial, pelatihan dan akses pekerjaan, serta pendampingan reintegrasi. Sementara itu, FORIS menjadi wadah koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah kelurahan, aparat keamanan, tokoh masyarakat dan tokoh agama, organisasi sosial, dan pemangku kepentingan terkait dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial Klien.
Pembentukan Kelayan Binter dan FORIS di Kelurahan Astina menjadi langkah Bapas Denpasar untuk menghadirkan jejaring pembimbingan yang lebih dekat dengan lingkungan tempat Klien Pemasyarakatan menjalani kehidupan. Melalui kolaborasi tersebut, dukungan terhadap Klien diharapkan tidak hanya berasal dari Bapas, tetapi juga diperkuat oleh pemerintah kelurahan, aparat keamanan, instansi terkait, dan masyarakat.
Kepala Bapas Denpasar, I Kadek Dedy Wirawan Arintama, menyampaikan keberhasilan reintegrasi sosial membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pembentukan Kelayan Binter dan FORIS menjadi upaya membangun lingkungan yang memberikan dukungan sekaligus kesempatan bagi Klien untuk kembali berperan secara positif. “Reintegrasi sosial tidak dapat dilakukan oleh Bapas sendiri. Dibutuhkan dukungan pemerintah kelurahan, aparat keamanan, instansi terkait, dan masyarakat agar Klien mendapatkan lingkungan yang mendukung proses perubahan dan kemandiriannya. Melalui Kelayan Binter dan FORIS, kami ingin membangun kolaborasi nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain pembentukan Kelayan Binter dan FORIS, rangkaian kegiatan juga diisi dengan bimbingan kepribadian berupa pembekalan wawasan kebangsaan kepada Klien Pemasyarakatan. Bapas Denpasar menggandeng unsur kewilayahan, yakni I.B. Ngurah Prianta selaku Babinsa Kelurahan Astina dan I Ketut Guna Mulyawan selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Astina untuk memberikan materi kepada Klien.
Ida Bagus Ngurah Prianta menyampaikan wawasan kebangsaan penting untuk terus ditanamkan kepada setiap warga, termasuk Klien Pemasyarakatan. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi landasan bagi Klien untuk membangun sikap disiplin, menjaga kerukunan, dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
“Wawasan kebangsaan penting untuk membangun rasa cinta tanah air, menjaga persatuan, dan menumbuhkan kesadaran untuk ikut menjaga keamanan lingkungan. Kami berharap pembekalan ini menjadi motivasi bagi para Klien untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik dan memberikan kontribusi positif di masyarakat,” ungkap Prianta.
Sementara itu, Lurah Astina, I Ketut Alit Raiwaja, menyambut baik pembentukan Kelayan Binter dan FORIS di wilayahnya. Menurutnya, kolaborasi tersebut memberikan ruang bagi pemerintah kelurahan dan unsur terkait untuk bersama-sama mendukung proses pembimbingan serta penerimaan Klien Pemasyarakatan di lingkungan masyarakat.
“Ini merupakan kolaborasi positif karena proses reintegrasi juga membutuhkan dukungan lingkungan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi Klien dan mendorong mereka untuk kembali berkontribusi secara positif di masyarakat,” ungkap Ketut.
Melalui pembentukan Kelayan Binter dan FORIS yang disertai dengan bimbingan kepribadian, Bapas Denpasar terus memperkuat kolaborasi berbasis masyarakat dalam mendukung proses perubahan Klien Pemasyarakatan. Kelayan Binter diharapkan menghadirkan layanan yang nyata bagi Klien, sementara FORIS memperkuat jejaring dan koordinasi lintas sektor dalam mendukung reintegrasi sosial.
Dengan sinergi antara Bapas, pemerintah kelurahan, aparat keamanan, instansi terkait, dan masyarakat, proses reintegrasi sosial diharapkan berjalan lebih optimal. Klien Pemasyarakatan tidak hanya mendapatkan pembimbingan, tetapi juga kesempatan untuk berubah, diterima, mandiri, dan kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Bapas Denpasar
What's Your Reaction?


