Peternakan Bebek Terus Bergulir, Lapas Batulicin Kumpulkan 88 Butir Telur

Peternakan Bebek Terus Bergulir, Lapas Batulicin Kumpulkan 88 Butir Telur

Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin kembali catat hasil panen dari sektor bebek petelur sebanyak 88 butir telur, Rabu (7/10). Panen yang berlangsung rutin setiap hari tersebut menunjukkan aktivitas peternakan terus berjalan dan konsistensi produksi tetap terjaga.

Kegiatan berlangsung di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Batulicin dengan melibatkan Warga Binaan yang bertugas di sektor peternakan. Hasil panen kemudian dikumpulkan di gudang penampungan sebelum didistribusikan sesuai kebutuhan dan peruntukannya.

Sebagian telur dimanfaatkan untuk kebutuhan Kantin Pujasera, sebagian lainnya dipasarkan kepada petugas serta keluarga Warga Binaan yang datang pada jadwal kunjungan. Pola pemanfaatan tersebut membuat hasil peternakan terserap sekaligus memberikan nilai guna dari produksi yang dihasilkan.

Hasil penjualan selanjutnya diputar kembali untuk mendukung keberlangsungan sektor peternakan, terutama memenuhi kebutuhan pakan dan perlengkapan kebersihan kandang. Siklus tersebut menjaga aktivitas peternakan tetap berjalan sekaligus memberikan pengalaman kerja bermanfaat bagi Warga Binaan sebagai pembinaan kemandirian.

Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menjelaskan panen telur menjadi indikator bahwa kegiatan peternakan terus berjalan secara konsisten. Hasil produksi tidak hanya dilihat dari jumlah panen, tetapi bagaimana hasil tersebut dikelola untuk menunjang keberlanjutan kegiatan.

"Panen telur rutin menunjukkan sektor peternakan terus berjalan dan dikelola secara konsisten. Hasilnya kami manfaatkan secara terarah agar mendukung kebutuhan peternakan sekaligus memberikan pengalaman kerja nyata bagi Warga Binaan," jelas Harry.

Salah seorang Warga Binaan, P, mengungkapkan keterlibatannya dalam peternakan memberikan pengalaman baru dalam merawat bebek petelur hingga mengelola hasil panen. “Semoga kegiatan ini terus berjalan sehingga keterampilan yang kami peroleh menjadi bekal positif setelah menyelesaikan masa pembinaan,“ harapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menilai keberlanjutan produksi menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan pembinaan kemandirian di sektor peternakan. Kegiatan tersebut harus memberikan manfaat bagi Warga Binaan sekaligus dikelola berkelanjutan agar hasilnya kembali mendukung kebutuhan program.

"Yang kami jaga bukan hanya hasil panennya, tetapi bagaimana kegiatan ini terus berjalan dan memberikan manfaat. Warga Binaan memperoleh pengalaman dan keterampilan yang menjadi bekal positif, sementara hasil peternakan dikelola kembali untuk mendukung keberlanjutan kegiatan sehingga pembinaan kemandirian terus berkembang," ujar Thoha.

Panen 88 butir telur menjadi salah satu catatan dari aktivitas peternakan bebek petelur yang terus bergulir di SAE Lapas Batulicin. Dengan pengelolaan hasil yang diputar kembali untuk kebutuhan sektor peternakan, kegiatan tersebut terus memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, bekerja, dan membangun keterampilan sebagai bekal kehidupan setelah masa pembinaan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Batulicin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0