Petik Harapan di Balik Jeruji, UMKM Warga Binaan Lapas Tual Semakin Produktif dan Berdaya
Langgur, INFO_PAS - Jeruji besi tak lagi menjadi batas bagi kreativitas dan semangat berwirausaha. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus perkuat pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan perempuan melalui pelatihan keterampilan tata boga, Senin (20/10). Program ini menjadi jalan baru bagi mereka untuk berdaya dan memanfaatkan masa hukuman sebagai kesempatan memperbaiki diri.
Setiap hari, para Warga Binaan tampak sibuk mengolah berbagai jajanan seperti gorengan, stik bawang, kerupuk makaroni, hingga kue pasar. Mereka menyiapkan adonan, mengiris bahan, dan menggoreng dengan semangat tinggi. Dalam sehari, lebih dari seratus gorengan berhasil diproduksi.
Kepala Lapas Tual, Nurchalis Nur, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya revitalisasi fungsi Pemasyarakatan.
“Kami tidak hanya melakukan pembinaan mental dan spiritual, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang bisa menjadi bekal usaha setelah bebas nanti. Semangat berwirausaha mereka luar biasa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, L. Laitera, menuturkan bahwa produk yang dihasilkan dijual dengan harga terjangkau, mulai Rp1.000 hingga Rp5.000.
“Hasil penjualan digunakan sebagai premi bagi pekerja dan sebagian disetor sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” jelasnya.
Program ini merupakan wujud nyata pelaksanaan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, khususnya dalam peningkatan produktivitas UMKM melalui pembinaan Warga Binaan. Dengan pelatihan yang berkelanjutan, Lapas Tual berharap para Warga Binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi juga siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang dapat dikembangkan secara mandiri.
Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi capaian ini.
“Kisah para Warga Binaan Lapas Tual membuktikan bahwa masa lalu bukanlah penentu masa depan. Dengan semangat dan dukungan yang tepat, mereka mampu bangkit dan menjadi pribadi yang produktif. Hasil karya mereka bukan hanya sumber pendapatan, tapi juga simbol harapan untuk kembali ke masyarakat sebagai individu mandiri dan berdaya,” tandasnya. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tual
What's Your Reaction?


