Press Release: Karya Narapidana Indonesia Ikut ‘Mejeng’ di Trade Expo Indonesia (TEI)

Share:

Geliat Lembaga Pemasyarakatan Industri yang dicanangkan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) terbukti tak main-main. Hal itu terlihat dari keikutsertaan Direktorat Jenderal Pemasyrakatan (Ditjen PAS) yang menawarkan karya unggulan warga binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 yang akan diselengkarakan pada tanggal 11-15 Oktober 2017 di Indonesia Convention Exhibition  Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten.

Plt. Direktur Jenderal Pemasyarakatan Ma’mun menjelaskan produk unggulan narapidana yang dipamerkan oleh Ditjen PAS dalam kegiatan TEI ke-32 tersebut berasal dari beberapa Lapas dari seluruh Indonesia. Dia memaparkan produk-produk yang dikenalkan seluruhnya adalah produk hasil kerajinan dan kreativitas WBP, diantaranya  produk garmen dari Lapas kelas l Tangerang, bola kaki dari Lapas kelas I Cirebon, kursi rotan sintesis dari Lapas Narkotika Cirebon, meubelair dari Lapas kelas I Surabaya, alat makan dari kayu hasil kerajinan Lapas Kelas IIB Banyuwangi, tas kulit dari Rutan Kelas I Cipinang, serta Papan catur artistik dari Lapas Toli-Toli serta beberapa produk unggulan narapidana lain yang menarik.

“Pada pameran yang mengundang potensi pembeli dari 65 negara tersebut, kami akan pamerkan karya yang berkualitas ekspor,” ujar Ma’mun.

Hasil WBP

Dia menambahkan bahwa Ditjen PAS akan memamerkan produk eksklusif yaitu batik tulis karya terpidana mati Mary Jane yang saat ini mendekam di Lapas Perempuan Yogyakarta. Selain itu ada Kaligrafi karya Napi terorisme dari Lapas Semarang dan Madiun.

Melalui kegiatan tersebut Ditjen PAS ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan turut serta dalam membangun perekonomian bangsa melalui hasil karya warga binaan pemasyarakatan menuju Lapas Produktif yang memproduksi hasil karya narapidana yang dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional yang telah di bukti dengan adanya produksi dari lapas yang sudah sampai keluar negeri.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Ditjen PAS, Harun Sulistianto, menerangkan bahwa saat ini Pemasyarakatan tengah membangun pembinaan berbasis Industri di dalam lapas.

“Lapas Industri harus dibangkitkan kembali mengingat persaingan regional yang diharapkan dengan Lapas sebagai sentra industri dapat menyokong produktivitas masyarakat sekitar sekaligus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para sumber daya khususnya narapidana. Hal tersebut dapat menggerakan sekaligus memperkuat ekonomi bangsa dengan adanya kegiatan di lapas dan rutan produktif di Indonesia,” tuturnya.

Dengan demikian, narapidana tak bisa lagi disebut sebagai “sampah masyarakat”, tetapi narapidana saat ini juga dapat berperan dalam pembangunan dan memajukan perekonomian. Pemasyarakatan menjadikan warga binaan menjadi manusia produktif sebagaimana tujuan dan cita-cita pemasyarakatan. **

 

Press Release: Karya Narapidana Indonesia Ikut ‘Mejeng’ di Trade Expo Indonesia (TEI) | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya