Produksi Batako, Warga Binaan Lapas Tual Asah Keterampilan dan Tambah Penghasilan
Lapas Tual Berdayakan Warga Binaan Lewat Produksi Batako Berkualitas
Langgur, INFO_PAS – Suara mesin cetak dan aktivitas pencampuran material tampak warnai bengkel kerja Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Jumat (5/6). Di tempat inilah Warga Binaan jalani pembinaan kemandirian melalui produksi batako yang dipasarkan kepada masyarakat di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan keterampilan kerja yang dikembangkan Lapas Tual untuk bekali Warga Binaan dengan kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Tual, Nurchalis Nur, mengatakan produksi batako tidak hanya bertujuan menghasilkan produk yang bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan agar memiliki keterampilan kerja yang produktif.
“Melalui kegiatan ini, Warga Binaan memperoleh pengalaman kerja sekaligus keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah selesai menjalani masa pidana. Kami berharap kemampuan yang mereka pelajari dapat membuka peluang usaha maupun lapangan pekerjaan di masa depan,” ujar Nurchalis.
Proses produksi dilakukan di bawah pendampingan petugas Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja). Warga Binaan dilatih mulai dari pencampuran bahan, proses pencetakan, hingga pengeringan agar menghasilkan batako yang memiliki kualitas baik dan layak dipasarkan.
Kepala Subseksi Giatja, L. Laitera, menjelaskan bahwa pembinaan dilakukan secara bertahap agar Warga Binaan memahami seluruh proses produksi sekaligus pentingnya menjaga mutu produk.
“Kami mengajarkan teknik pembuatan batako yang benar, mulai dari komposisi bahan hingga proses pengeringan. Selain keterampilan teknis, mereka juga dilatih untuk disiplin, teliti, dan bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan,” jelasnya.
Salah seorang Warga Binaan, AR, mengaku banyak memperoleh manfaat dari program tersebut. Selain mendapatkan keterampilan baru, ia juga menerima premi atas hasil kerja yang dilakukan.
“Di sini saya belajar cara membuat batako yang kuat dan berkualitas. Saya senang bisa tetap produktif dan mendapatkan pengalaman yang nantinya dapat dimanfaatkan setelah bebas. Premi yang diterima juga bisa membantu kebutuhan keluarga di rumah,” ungkap AR.
Selain menjadi sarana pembelajaran, hasil produksi batako juga memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor pembinaan kemandirian. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tual
What's Your Reaction?


