Razia dan Layanan Kesehatan Terpadu, Lapas Piru Perkuat Keamanan dan Pemenuhan Hak Warga Binaan
Piru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru gelar razia rutin kamar hunian yang dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan langsung di blok hunian, Rabu (8/7). Kegiatan kolaboratif ini melibatkan seksi keamanan dan ketertiban (kamtib), seksi perawatan, dan petugas pengamanan Lapas Piru sebagai deteksi dini gangguan keamanan sekaligus memastikan kondisi kesehatan Warga Binaan tetap terjaga.
Razia dilaksanakan secara humanis, profesional, dan sesuai Standar Operasional Prosedur. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan, yakni satu sendok, satu silet, dua botol kaca, satu toples kaca, dan satu pecahan cermin. Seluruh barang tersebut selanjutnya diamankan sesuai prosedur sebagai langkah mitigasi risiko guna menjaga situasi Lapas tetap aman dan kondusif.
Kepala Subseksi Keamanan, Williams Lelepary, menegaskan razia merupakan bagian penting dari strategi pencegahan terhadap potensi gangguan kamtib di Lapas. "Kami terus mengedepankan pendekatan humanis, namun tetap tegas sesuai aturan. Penggeledahan rutin menjadi langkah preventif untuk mendeteksi sejak dini keberadaan barang-barang yang berpotensi disalahgunakan sehingga kamtib di Lapas Piru tetap terjaga," ujarnya.
Sejalan dengan upaya menjaga keamanan, petugas kesehatan Lapas Piru juga berikan pelayanan kesehatan secara langsung di setiap blok hunian. Pemeriksaan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, pengukuran tekanan darah, pemberian obat sesuai hasil pemeriksaan, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit.
Perawat Lapas Piru, Ns. Suryani, menjelaskan pelayanan kesehatan secara jemput bola memberikan kemudahan bagi Warga Binaan untuk memperoleh pemeriksaan tanpa harus menunggu keluhan semakin berat. "Melalui pelayanan langsung di blok hunian, kami dapat memantau kondisi kesehatan Warga Binaan secara lebih optimal sekaligus memberikan edukasi agar mereka makin memahami pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Perawatan, Ellen Anakotta, menyampaikan kesehatan merupakan salah satu hak dasar Warga Binaan yang harus dipenuhi secara berkelanjutan. Menurutnya, kondisi kesehatan yang baik akan mendukung keberhasilan seluruh proses pembinaan yang dijalankan di Lapas.
"Sinergi antara pelayanan kesehatan dan program pembinaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Kami berkomitmen memastikan setiap Warga Binaan memperoleh pelayanan kesehatan yang layak sehingga mereka mengikuti seluruh program pembinaan secara optimal," ungkap Ellen.
Terpisah, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan kolaborasi lintas subseksi menjadi kunci dalam mewujudkan penyelenggaraan Pemasyarakatan berkualitas. "Keamanan dan pelayanan merupakan dua aspek yang harus berjalan beriringan. Melalui sinergi seluruh jajaran, kami berkomitmen menghadirkan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, sehat, tertib, sekaligus mendukung proses pembinaan berkelanjutan,” tegasnya.
Kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan keamanan, pemberantasan handphone, pungutan liar, dan narkoba, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada Warga Binaan. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara konsisten sebagai upaya mewujudkan Lapas yang aman, tertib, bersih, dan sehat, sekaligus mendukung terwujudnya Pemasyarakatan yang pasti bermanfaat untuk masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Piru
What's Your Reaction?


