Khatam Al-Qur'an, Warga Binaan Lapas Batulicin Teguhkan Cinta atas Kalam Illahi
Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin kembali torehkan momentum spiritual melalui khatam Al-Qur'an yang diikuti puluhan Warga Binaan, khususnya santri Masjid At-Taubah, Senin (13/7). Kegiatan tersebut menjadi puncak dari program Tadarus harian yang dilaksanakan secara istikamah sebagai pembinaan kepribadian berbasis keagamaan.
Suasana Masjid At-Taubah Lapas Batulicin dipenuhi lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dibaca dengan penuh kekhusyukan dan semangat keimanan. Puluhan Warga Binaan fokus mengikuti setiap rangkaian kegiatan sebagai kecintaan terhadap Kalam Illahi sekaligus memperkuat kedekatan kepada Allah Swt. selama menjalani masa pembinaan.
Prosesi khatam dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an Juz 30 dan sejumlah surah pendek dimulai dari Surah Ad-Dhuha yang dibaca secara bersama-sama. Seluruh rangkaian ditutup dengan doa khatam Al-Qur'an yang dipanjatkan penuh harap agar seluruh peserta senantiasa diberikan keistiqamahan untuk terus membaca, memahami, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut mendapat pendampingan langsung dari petugas pembinaan yang secara konsisten mengawal pelaksanaan program keagamaan di Lapas Batulicin. Pembinaan melalui Tadarus harian diharapkan membentuk karakter religius, memperkuat akhlak, dan menumbuhkan kecintaan Warga Binaan terhadap Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.
Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menyampaikan khatam Al-Qur'an bukan menjadi akhir dari proses membaca, melainkan awal untuk makin mencintai, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan. Menurutnya, pembinaan keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter Warga Binaan yang berakhlak mulia.
"Khatam Al-Qur'an merupakan buah dari kedisiplinan dan keistikamahan Warga Binaan dalam mengikuti Tadarus setiap hari. Kami berharap kecintaan atas Kalam Illahi terus tumbuh sehingga Al-Qur'an tidak hanya selesai dibaca, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun akhlak, memperbaiki diri, dan menjalani kehidupan yang lebih baik," harap Harry.
Salah seorang Warga Binaan berinisial T merasakan kebahagiaan tersendiri dapat khatam Al-Qur'an bersama rekan-rekannya. Menurutnya, Tadarus yang dilakukan setiap pagi telah membangkitkan semangat untuk makin dekat dengan Allah Swt. dan menjadikan Al-Qur'an sebagai sahabat dalam menjalani masa pembinaan.
"Mengikuti Tadarus hingga khatam Al-Qur'an memberikan ketenangan hati yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Saya ingin terus menjaga kebiasaan membaca Al-Qur'an karena melalui ayat-ayat-Nya saya menemukan semangat, ketenangan, dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik," ungkap T.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan pembinaan spiritual melalui Tadarus dan khatam Al-Qur'an merupakan bagian penting dalam membangun karakter Warga Binaan yang religius. Menurutnya, kecintaan terhadap Al-Qur'an akan melahirkan pribadi yang memiliki keimanan kuat, akhlak yang baik, dan semangat untuk terus memperbaiki diri selama menjalani proses pembinaan.
"Kami ingin menghadirkan pembinaan yang menyentuh hati dan membangun kesadaran spiritual Warga Binaan. Khatam Al-Qur'an menjadi simbol bahwa kecintaan atas Kalam Illahi harus terus dipelihara melalui kebiasaan membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an sebagai bekal membentuk pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke tengah masyarakat," tegas Thoha.
Khatam Al-Qur'an menjadi bukti komitmen Lapas Batulicin dalam menghadirkan pembinaan keagamaan berkelanjutan dan bermakna. Melalui semangat Tadarus yang terus dijaga setiap hari, Lapas Batulicin berharap kecintaan terhadap Kalam Illahi makin mengakar dalam diri Warga Binaan sehingga menjadi cahaya yang menuntun langkah mereka menuju kehidupan yang lebih baik. (IR)
Kontributor: Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


