Refleksi Diri di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Namlea Ikuti Pembinaan Spiritual
Namlea, INFO_PAS - Ratusan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea tunjukkan komitmen untuk terus memperbaiki diri dan membangun karakter berakhlak mulia. Semangat itu tampak dalam kegiatan pembinaan spiritual yang digelar bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Buru, Kamis (6/11), bertempat di Gereja Getsemani dan ruang rapat Lapas Namlea.
Kegiatan rohani yang rutin dilaksanakan setiap Kamis ini menjadi ruang refleksi bagi Warga Binaan untuk memperkuat iman dan menata kembali arah hidup.
Salah satu tamping keagamaan Kristen, AB, mengungkapkan antusiasmenya dalam mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami berjumlah 13 orang, dan setiap kali ibadah digelar kami selalu bersemangat mengikutinya. Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi kesempatan untuk memperdalam iman dan membentuk karakter luhur dalam diri kami,” ujarnya.
Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menyampaikan apresiasinya kepada Warga Binaan yang konsisten mengikuti pembinaan kepribadian.
“Meskipun ruang gerak mereka terbatas di balik tembok, satu hal yang tidak pernah kami abaikan adalah pembinaan karakter dan spiritual. Pembinaan ini menjadi bekal penting bagi Warga Binaan untuk mempersiapkan diri kembali ke masyarakat,” tegas Marasabessy.
Sementara itu, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Buru, Pdt. Friliany Putiray, menegaskan bahwa Lapas dan Kemenag memiliki visi yang sejalan dalam menciptakan Warga Binaan yang berintegritas, religius, dan siap hidup harmonis di tengah masyarakat.
“Kami membimbing mereka dengan tulus agar nilai-nilai spiritual tumbuh dalam diri. Harapannya, saat bebas nanti, mereka mampu memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,” ucap Friliany.
Di sisi lain, Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin, menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan kepribadian merupakan bagian penting dalam Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN) yang dilakukan setiap bulan.
“Keaktifan Warga Binaan dalam kegiatan seperti ini menjadi salah satu indikator penilaian. Hasilnya akan menentukan pemenuhan hak-hak mereka, seperti remisi maupun integrasi sosial,” jelas Mustafa.
Melalui pembinaan rutin ini, Lapas Namlea memastikan bahwa setiap Warga Binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga menapaki jalan hijrah menuju perubahan diri yang lebih baik. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Namlea
What's Your Reaction?


