Respon Sanitasi Lingkungan, Lapas Wahai Lakukan Penggalian Septic Tank Mandiri

Respon Sanitasi Lingkungan, Lapas Wahai Lakukan Penggalian Septic Tank Mandiri

Wahai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai ambil langkah cepat dan responsif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi fasilitas umum bagi Warga Binaan. Penggalian dan pembuatan fasilitas septic tank baru pada Rabu (16/9) ini dilakukan secara mandiri setelah terkonfirmasi ketiadaan armada mobil sedot tinja di wilayah Kecamatan Seram Utara. Langkah taktis ini diambil guna mengantisipasi luapan toilet yang berpotensi memicu ketidaknyamanan serta gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di blok hunian.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan pemenuhan kebersihan dan sanitasi adalah prioritas dasar yang berorientasi pada stabilitas keamanan dan kesehatan Warga Binaan. "Sanitasi yang buruk bukan sekadar masalah kesehatan, tetapi bisa memicu frustrasi dan gangguan kamtib bila toilet sampai meluap atau tidak dapat digunakan. Karena armada penyedot tinja tidak tersedia di wilayah Wahai setelah kami berkoordinasi dengan dinas terkait, kami mengambil penanganan mandiri secara cepat. Jasa sedot tinja juga sulit karena Lapas Wahai tergolong daerah 3T. Ini bentuk mitigasi risiko agar kenyamanan Warga Binaan tetap terjaga," tegasnya.

Senada, Kepala Subseksi Kamtib, Abdul Azis, Lapas Wahai menekankan pentingnya respons dini terhadap potensi masalah sekecil apa pun di area perhunian. "Dalam manajemen keamanan Pemasyarakatan, pencegahan adalah kunci. Masalah fasilitas dasar seperti toilet yang tersumbat atau penuh bisa menjadi pemicu gesekan antarWarga Binaan. Oleh karena itu, pengawasan dan eksekusi fisik untuk pembuatan septic tank tambahan ini kami percepat guna memastikan situasi Lapas tetap kondusif," ungkapnya.

Dari sisi efisiensi pengelolaan sarana dan dukungan anggaran operasional, Kepala Urusan Tata Usaha, Usman Bakri, menjelaskan pengerjaan dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya internal yang ada secara optimal. "Kami mengalokasikan dan mengarahkan pemanfaatan sarana pendukung seefisien mungkin agar penggalian septic tank ini segera rampung. Kelancaran fasilitas dasar perhunian merupakan pelayanan publik yang tidak boleh tertunda," terangnya.

Langkah taktis ini mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menilai kepekaan pimpinan dalam membaca potensi kerawanan di daerah terpencil merupakan wujud tata kelola organisasi yang sigap.

"Apresiasi bagi Lapas Wahai yang tanggap membaca situasi di lapangan. Keterbatasan sarana daerah seperti ketiadaan mobil penyedot tinja tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pelayanan dasar. Langkah solutif dan mandiri ini sangat tepat untuk menjaga sanitasi sekaligus mempertahankan iklim yang aman dan harmonis di Unit Pelaksana Teknis," ujar Ricky.

Dengan adanya pengerjaan septic tank baru ini, Lapas Wahai memastikan seluruh fasilitas sanitasi Warga Binaan tetap berfungsi optimal guna mendukung jalannya berbagai program pembinaan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Wahai

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0