Rutan Barabai Kembangkan Pertanian dan Olahan Pangan untuk Dukung Kemandirian Warga Binaan
Barabai, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barabai terus kembangkan program pembinaan kemandirian melalui budidaya melon di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), serta produksi keripik tempe oleh Warga Binaan perempuan. Kedua kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan keterampilan produktif, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, dan membekali Warga Binaan dengan kemampuan yang berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha setelah kembali ke masyarakat.
Pada sektor pertanian, budidaya melon diawali dengan pengecekan kondisi tanah, penyiapan media tanam, dan pembuatan lubang tanam. Pada tahap persiapan, dilakukan pula aplikasi Puradan sesuai petunjuk penggunaan untuk membantu melindungi tanaman dari serangan hama tanah. Proses penanaman selanjutnya dilaksanakan dengan memperhatikan jarak dan kedalaman tanam agar tanaman tumbuh dengan baik. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan untuk memahami teknik budidaya hortikultura secara langsung.
Peserta magang, Erni, menyampaikan keterlibatannya dalam penanaman melon memberikan pengalaman dan pengetahuan baru, terutama mengenai persiapan media tanam dan pentingnya perawatan sejak awal pertumbuhan. “Kegiatan ini menjadi pengalaman bermanfaat karena kami belajar langsung mengenai tahapan penanaman melon yang tepat. Perawatan yang teratur dan pemantauan pertumbuhan tanaman sangat penting agar hasil budidaya dapat optimal,” ungkapnya, Selasa (20/10).
Sementara itu, Warga Binaan Aldi mengungkapkan kegiatan tersebut memberinya kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru di bidang pertanian. Pengalaman terlibat langsung dalam proses penanaman diharapkan menambah pengetahuan dan menjadi bekal positif setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Saya bisa belajar cara menanam dan merawat tanaman melon dengan baik. Semoga keterampilan yang saya dapatkan bermanfaat dan menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat nanti,” ujar Aldi.
Selain bidang pertanian, Rutan Barabai juga mengembangkan keterampilan pengolahan pangan melalui produksi keripik tempe yang melibatkan Warga Binaan perempuan. Dalam pelaksanaannya, mereka didampingi oleh petugas Blok Perempuan, Sandy Veonita, yang turut mengarahkan proses pembuatan agar setiap tahapan berjalan dengan baik.
Kegiatan dimulai dari persiapan bahan baku, pemotongan tempe, pembuatan adonan dan bumbu, penggorengan, hingga pengemasan produk. Proses produksi tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai teknik pengolahan makanan, tetapi juga melatih ketelitian, kedisiplinan, kebersihan, tanggung jawab, serta kerja sama. Melalui praktik secara langsung, Warga Binaan perempuan diharapkan menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai tambah dan berpotensi dipasarkan sebagai salah satu bentuk usaha mandiri.
Sandy menyampaikan pendampingan dilakukan untuk membantu Warga Binaan memahami setiap tahapan pembuatan keripik tempe sekaligus membangun kebiasaan kerja yang positif. Keterampilan yang diperoleh diharapkan terus dikembangkan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
“Kami mendampingi Warga Binaan mulai dari persiapan bahan hingga pengemasan agar mereka memahami setiap tahapan pembuatan keripik tempe. Selain belajar mengolah makanan, mereka juga dilatih untuk lebih teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Harapannya, keterampilan ini terus dikembangkan dan menjadi bekal yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” harap Sandy.
Warga Binaan perempuan, Lisnawati, mengungkapkan keterlibatannya dalam produksi keripik tempe memberikan pengalaman baru dalam mengolah bahan pangan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Kegiatan tersebut juga memberikan gambaran mengenai peluang usaha yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini karena mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru dalam membuat keripik tempe. Dari proses ini, saya belajar bahwa ketelitian dan kesabaran sangat diperlukan agar hasilnya baik. Semoga keterampilan yang saya peroleh menjadi bekal untuk membuka usaha sendiri dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ungkap Lisnawati.
Melalui kegiatan ini, Rutan Barabai akan terus mengembangkan kegiatan budidaya melon melalui perawatan tanaman secara berkala serta mendorong keberlanjutan produksi keripik tempe dengan memperhatikan kualitas dan kebersihan produk. Melalui kedua program tersebut, diharapkan Warga Binaan meningkatkan keterampilan, menumbuhkan semangat berwirausaha, serta memiliki bekal yang bermanfaat untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat. (IR)
Kontributor: Rutan Barabai
What's Your Reaction?


