Rutan Pelaihari Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan Bernilai Ekonomi lewat Barbershop
Pelaihari, INFO_PAS — Pembinaan kemandirian di Rumah Tahanan Negara Kelas (Rutan) IIB Pelaihari terus diarahkan agar tidak berhenti pada aktivitas rutin, tetapi memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah barbershop yang secara berkala mendapatkan pengawasan dan evaluasi dari petugas.
Pengawasan pembinaan kemandirian barbershop dilaksanakan pada Selasa (8/9) di Barbershop Rutan Pelaihari. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembinaan berjalan sesuai tujuan sekaligus melihat perkembangan keterampilan Warga Binaan dalam menjalankan berbagai tahapan pelayanan cukur rambut, mulai dari kesiapan peralatan, penerapan teknik dasar mencukur, hingga ketelitian dalam memberikan pelayanan. Pengawasan juga menjadi ruang bagi petugas untuk melihat bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki sehingga pelatihan terus dikembangkan secara bertahap.
Kepala Subseksu Pelayanan Tahanan, Galang Tresno Prakoso, mengatakan monitoring dilakukan secara berkala agar pembinaan yang diberikan benar-benar memiliki arah dan manfaat bagi Warga Binaan. “Pengawasan ini bukan hanya untuk memastikan kegiatan berjalan, tetapi juga melihat sejauh mana keterampilan Warga Binaan berkembang. Kami ingin pembinaan barbershop menjadi proses belajar yang nyata sehingga keterampilan yang diperoleh selama berada di Rutan bmenjadi bekal bermanfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya,
Bagi Warga Binaan, keberadaan barbershop bukan hanya ruang untuk menjalankan kegiatan pembinaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar keterampilan praktis yang dikembangkan menjadi kemampuan kerja setelah menyelesaikan masa pidana.
Salah seorang Warga Binaan, Adan, menilai kegiatan barbershop memberikan pengalaman baru karena dirinya dapat mempelajari keterampilan yang membutuhkan ketelitian sekaligus kesabaran. “Di sini saya bisa belajar cara mencukur dengan lebih benar dan rapi. Awalnya masih banyak yang harus dipelajari. Dengan latihan dan arahan petugas, saya jadi lebih percaya diri. Harapannya, keterampilan ini bisa saya gunakan setelah menjalani masa pidana,” harapnya.
Monitoring dan evaluasi secara berkala menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pembinaan. Dari proses tersebut, petugas mengetahui perkembangan peserta, memberikan arahan ketika ditemukan kekurangan, dan mengoptimalkan kegiatan agar keterampilan yang diberikan makin sesuai dengan kebutuhan.
Melalui pembinaan kemandirian barbershop, Rutan Pelaihari berupaya menghadirkan proses pembinaan yang berorientasi pada perubahan. Keterampilan yang dipelajari tidak hanya menjadi aktivitas selama berada di Rutan, tetapi diharapkan menjadi salah satu modal bagi Warga Binaa untuk membangun kehidupan yang lebih produktif ketika kembali ke masyarakat. (IR)
Kontributor: Rutan Pelaihari
What's Your Reaction?


