Rutan Prabumulih Kembali Gelar Sidang TPP

Prabumulih, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (rutan) Klas II B Prabumulih kembali Gelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) terhadap 10 orang Warga Binaan Pemasyarakatan yang terdiri dari 6 orang kasus Narkotika,  2 orang kasus penipuan, 1 orang kasus pencurian dan 1 orang kasus perlindungan anak, Sabtu (9/4).  Dari ke 10 orang Warga Binaan Pemasyarakat ini 7 orang mengajukan Program Pembinaan Lanjutan berupa PB, sisanya 3 orang mengajukan CB.

Kepala Rutan yang diwakili Kasubsi Layanan Tahanan, Ermiadi, selaku Ketua Tim TPP menyatakan bahwa Sidang TPP akan semakin diperketat. “Kedepan akan semakin kita perketat. Untuk hapalan ayat pendek yang semula berjumlah 15 ayat akan kita tambah menjadi 20 ayat,” ujar Ermiadi.

Ermiadi berpesan kepada peserta siding TPP bahwa apabila mereka lulus dalam sidang ini mereka akan tetap diawasi dan akan m

Rutan Prabumulih Kembali Gelar Sidang TPP

Prabumulih, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (rutan) Klas II B Prabumulih kembali Gelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) terhadap 10 orang Warga Binaan Pemasyarakatan yang terdiri dari 6 orang kasus Narkotika,  2 orang kasus penipuan, 1 orang kasus pencurian dan 1 orang kasus perlindungan anak, Sabtu (9/4).  Dari ke 10 orang Warga Binaan Pemasyarakat ini 7 orang mengajukan Program Pembinaan Lanjutan berupa PB, sisanya 3 orang mengajukan CB.

Kepala Rutan yang diwakili Kasubsi Layanan Tahanan, Ermiadi, selaku Ketua Tim TPP menyatakan bahwa Sidang TPP akan semakin diperketat. “Kedepan akan semakin kita perketat. Untuk hapalan ayat pendek yang semula berjumlah 15 ayat akan kita tambah menjadi 20 ayat,” ujar Ermiadi.

Ermiadi berpesan kepada peserta siding TPP bahwa apabila mereka lulus dalam sidang ini mereka akan tetap diawasi dan akan mengikuti program pembinaan lainnya sampai SK terbit.  “Apabila melakukan kesalahan misalnya tertangkap tangan menggunakan HP atau mencoba memasukan serta menggunakan narkoba maka usul PB, CB, dan CMB nya akan di cabut,” jelasnya. Ermiadi menambahkan bahwa hak WBP dan SK yang telah terbit akan dibatalkan dan harus kembali menalankan sisa pidana.  “Bisa jadi hukumannya akan bertambah karena kami sudah bekerja sama dengan Polri dan BNN,” ungkap Ermiadi.

Pada saat SK terbit, WBP akan dites urine di BNN kota Prabumulih, kalua terbukti akan diproses pidana,” pungkas Ermiadi.

Dalam sidang TPP kali ini yang lulus 8 orang, 1 orang mundur karena merasa belum siap. “Satu  orang beragama nasrani tesnya akan dibedakan dan akan mengikuti tes khusus yang akan dilaksakan beberapa hari kedepan,” tutup Ermiadi yang didampingi Kepala Pengamanan Rutan (KPR), Endang Ismanto, serta Kasubsi Penglolaan, Gunadi. (JP)

Kontributor : Asnawi Sukaraja

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0