Rutan Rangkasbitung Upayakan Persamaan Status Ponpes Al Magfiroh

Rangkasbitung, INFO_PAS – Menyadari pentingnya eksistensi model pondok pesantren (ponpes) sebagai bagian dari pembinaan keagamaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIB Rangkasbitung, Sigit Budiyanto, bersilaturahmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak, Kamis (9/6). Sigit yang hadir beserta sejumlah jajarannya diterima oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lebak, H. Encep Safrudin. Kepada Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lebak, Sigit menceritakan gambaran Rutan Rangkasbitung secara umum, termasuk menguraikan kegiatan pembinaan ponpes yang telah memiliki izin operasional dari Kemenag Lebak. “Selain melakukan fungsi perawatan dan pelayanan tahanan, kami juga harus melakukan pembinaan kepada WBP yang ada. Salah satu kegiatan pembinaan yang ada adalah Ponpes Al-Magfiroh yang telah beroperasi dan mendapat izin dari Kemenag sejak tahun 2010,” kata Sigit “Pondok Pesantren Al Magfiroh ini penting sebag

Rutan Rangkasbitung Upayakan Persamaan Status Ponpes Al Magfiroh
Rangkasbitung, INFO_PAS – Menyadari pentingnya eksistensi model pondok pesantren (ponpes) sebagai bagian dari pembinaan keagamaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIB Rangkasbitung, Sigit Budiyanto, bersilaturahmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak, Kamis (9/6). Sigit yang hadir beserta sejumlah jajarannya diterima oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lebak, H. Encep Safrudin. Kepada Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lebak, Sigit menceritakan gambaran Rutan Rangkasbitung secara umum, termasuk menguraikan kegiatan pembinaan ponpes yang telah memiliki izin operasional dari Kemenag Lebak. “Selain melakukan fungsi perawatan dan pelayanan tahanan, kami juga harus melakukan pembinaan kepada WBP yang ada. Salah satu kegiatan pembinaan yang ada adalah Ponpes Al-Magfiroh yang telah beroperasi dan mendapat izin dari Kemenag sejak tahun 2010,” kata Sigit “Pondok Pesantren Al Magfiroh ini penting sebagai dasar pijakan pembinaan mental dan spiritual bagi santri WBP agar mereka lebih berkarakter,” tambahnya. Diakuinya, meski Ponpes Al Magfiroh telah berjalan dengan baik, namun dalam proses perkembangnya masih terdapat kekurangan dari segi pembelajaran seperti kekurangan tenaga pengajar, bahan ajar, serta keterbatasan petugas. Selain itu, dari segi output Ponpes Al Magfiroh juga belum mendapat pengakuan. “Kami menyadari tugas pembinaan kepada para santri tidak bisa dilakukan sendiri. Butuh keterlibatan pihak lain, utamanya Kemenag, yang menaungi pembinaan terhadap perkembangan ponpes yang ada di Kabupaten Lebak. Untuk itu, kami mohon bantuan agar ponpes di rutan sama stratanya dengan ponpes pada umumnya, baik secara kurikulum maupun kaidah lainnya. Bahkan seperti ponpes yang modern,” harap Sigit. Menanggapi kedatangan Karutan dan rombongan, H. Encep Safrudin, selaku Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lebak menyambut hangat silaturahmi dan permintaan tersebut. Ia berjanji akan menindaklanjuti pembahasan tersebut untuk dibahas dengan jajarannya, termasuk kemungkinan dibuatnya nota kesepahaman terkait pembinaan Ponpes Al-Magfiroh. “Pada prinsipnya ponpes yang ada di rutan sama dan harus mendapat perlakuan yang sama dari kami selaku lembaga yang melakukan pembinaan terhadap ponpes. Pembinaan terhadap warga masyarakat adalah tugas kita bersama. Oleh karenanya, usulan kekurangan tenaga pengajar, dll terkait ponpes akan kami tindak lanjuti segera mungkin,” janji Encep.     Kontributor: Pratamadzyogas

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0