SAE Rutan Pelaihari Kembali Panen 26 Kilogram Pare, Perkuat Kemandirian Pangan
Pelaihari, INFO_PAS – Program pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang dilaksanakan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari terus tunjukkan hasil konsisten. Untuk kedua kalinya pada Juli 2026, Warga Binaan bersama petugas Rutan Pelaihari kembali memanen 26 kilogram pare dari kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (16/7).
Panen kedua tersebut menjadi bukti pembinaan kemandirian di Rutan Pelaihari berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Pare yang dipanen memiliki kualitas yang siap dipasarkan sehingga tidak hanya menjadi hasil dari proses pembelajaran Warga Binaan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang nyata melalui pemenuhan kebutuhan pasar.
Kegiatan panen diikuti oleh petugas Rutan Pelaihari bersama Warga Binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian. Sejak awal, para Warga Binaan dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, penyiraman, pengendalian hama, hingga proses panen.
Petugas Rutan Pelaihari, M. Ridho, mengatakan keberhasilan panen yang kembali diperoleh merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Menurutnya, pembinaan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja Warga Binaan.
"Panen kedua ini menjadi indikator pembinaan yang kami lakukan berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. Warga Binaan tidak hanya belajar saat menanam atau memanen, tetapi juga memahami pentingnya merawat tanaman agar tetap produktif. Kami ingin keterampilan yang mereka peroleh benar-benar menjadi bekal hidup sekaligus membuktikan hasil pembinaan mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan bernilai jual," ujar Ridho.
Salah seorang Warga Binaan, Putra, memperoleh banyak pengalaman sejak mengikuti kegiatan pertanian di kebun SAE. Baginya, seluruh proses yang dijalani memberikan pemahaman bahwa keberhasilan panen merupakan hasil dari kerja keras dan perawatan yang dilakukan secara terus-menerus.
"Saya mengikuti kegiatan ini sejak awal lahan diolah sampai sekarang sudah dua kali panen selama Juli. Dari sini saya belajar bahwa bertani bukan hanya soal memanen, tetapi juga bagaimana merawat tanaman setiap hari. Setelah panen kami tetap menyiram dan memangkas daun-daun tua agar tanaman tetap sehat dan terus berproduksi. Saya merasa ilmu yang saya dapat sangat bermanfaat dan menjadi bekal untuk bekerja atau membuka usaha setelah kembali ke masyarakat," kata Putra.
Produktivitas kebun SAE yang menghasilkan panen berkelanjutan menjadi bukti proses pembinaan tidak hanya memberikan manfaat selama menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan Warga Binaan agar lebih siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan bernilai ekonomi. Keberhasilan ini sekaligus mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui program pertanian di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle land).
Melalui pembinaan kemandirian di bidang pertanian, Rutan Pelaihari terus berupaya membekali Warga Binaan dengan keterampilan aplikatif sekaligus menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan semangat bekerja. (IR)
Kontributor: Rutan Pelaihari
What's Your Reaction?


