Syiar Ramadan di Lapas Tanjung, Warga Binaan Lantunkan Maulid Habsyi

Syiar Ramadan di Lapas Tanjung, Warga Binaan Lantunkan Maulid Habsyi

Tanjung, INFO_PAS - Suasana religius dan penuh kekhusyukan selimuti Masjid At-Tawwabin Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung saat digelar Maulid Habsyi, Sabtu (21/2). Kegiatan tersebut diikuti oleh Staf Pembinaan dan Warga Binaan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan guna semarakkan bulan suci Ramadan.

Pelaksanaan Maulid Habsyi ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan Warga Binaan sekaligus membangun karakter yang religius, santun, dan berakhlak mulia. Melalui lantunan syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW, para peserta diajak untuk meneladani sifat-sifat Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Lapas (Kalapas) Tanjung, Tri Joko Wiyono, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu pilar utama dalam sistem Pemasyarakatan. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Maulid Habsyi menjadi sarana efektif untuk membentuk mental dan spiritual Warga Binaan agar lebih siap menjalani proses reintegrasi sosial.

“Melalui Maulid Habsyi di bulan Ramadan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai keteladanan, kesabaran, dan kerendahan hati kepada seluruh Warga Binaan. Pembinaan tidak hanya berorientasi pada aspek keterampilan, tetapi juga penguatan moral dan spiritual sebagai bekal kembali ke masyarakat,” ujar Tri Joko Wiyono.

Sementara itu, salah seorang Warga Binaan, T, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan ketenangan batin dan motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ia mengaku merasa dihargai dan dibina secara menyeluruh selama mengikuti program pembinaan di Lapas Tanjung.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami diingatkan untuk terus memperbaiki diri. Ramadan menjadi momen refleksi bagi kami untuk menyesali kesalahan dan bertekad tidak mengulanginya lagi ketika bebas nanti,” tutur T.

Lapas Tanjung berkomitmen hadirkan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan. Diharapkan, nilai-nilai religius yang ditanamkan mampu membentuk Warga Binaan menjadi insan yang lebih baik, produktif, dan bertanggung jawab, sehingga memberikan dampak positif tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat luas setelah kembali ke lingkungan sosialnya. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Tanjung

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1