Tadarus Al-Qur’an, Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Saling Bimbing Perbaiki Bacaan
Karang Intan, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan saling belajar dan membimbing dalam kegiatan Tadarus Al-Qur’an di Masjid At-Taubah. Warga Binaan yang telah lancar membaca Al-Qur’an turut membimbing rekan mereka yang masih belajar memperbaiki makhraj, tajwid, dan kelancaran bacaan, Jumat (18/9).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kerohanian Islam yang dilaksanakan Lapas Narkotika Karang Intan untuk tingkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tanamkan nilai-nilai keimanan, serta bentuk kebiasaan positif selama menjalani masa pembinaan. Lapas terapkan pembelajaran secara berkelompok maupun individual sesuai kemampuan masing-masing Warga Binaan.
Petugas Subseksi Bimkemaswat Lapas Narkotika Karang Intan, Ardian, menjelaskan bahwa pola belajar bersama tersebut memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk saling membantu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Warga Binaan yang lebih menguasai bacaan turut membimbing rekan yang masih belajar dari dasar, sementara petugas tetap memberikan pendampingan dan arahan.
“Pola belajar seperti ini kami terapkan agar Warga Binaan dapat saling membantu sesuai kemampuan masing-masing. Mereka yang sudah mampu membaca dengan baik dapat membimbing rekan yang masih belajar. Petugas tetap mendampingi dan memberikan arahan, terutama dalam memperbaiki makhraj huruf, penerapan tajwid, dan kelancaran bacaan,” jelas Ardian.
Proses pembelajaran berlangsung aktif melalui praktik membaca, bertanya, dan saling memberikan koreksi. Cara tersebut membantu Warga Binaan mengenali kesalahan bacaan secara langsung sekaligus mendorong mereka untuk terus berlatih.
Ardian menambahkan, pembinaan kerohanian tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga pada penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kemampuan membaca Al-Qur’an Warga Binaan terus meningkat dan nilai-nilai agama dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan membaca Al-Qur’an juga kami dorong agar terus mereka jalankan selama masa pembinaan hingga kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.
Salah seorang Warga Binaan, AL, mengaku terbantu dengan pola belajar bersama yang diterapkan dalam kegiatan tersebut. Ia dapat memperoleh koreksi secara langsung dari rekan yang lebih menguasai bacaan sehingga lebih percaya diri untuk terus belajar.
“Saya merasa terbantu karena bisa belajar bersama teman-teman. Kalau ada bacaan yang kurang tepat, kami bisa langsung saling mengingatkan dan memperbaikinya. Saya jadi lebih percaya diri untuk terus belajar membaca Al-Qur’an,” ungkap AL.
Bagi Lapas Narkotika Karang Intan, pembinaan kerohanian menjadi salah satu bagian dalam mendorong perubahan positif Warga Binaan. Melalui pembelajaran Al-Qur’an, Lapas beri ruang bagi Warga Binaan untuk meningkatkan kemampuan diri sekaligus membangun kebiasaan saling membantu dan menghargai.
Pembinaan tersebut diharapkan dapat terus diterapkan setelah Warga Binaan menyelesaikan masa pembinaan. Kemampuan membaca Al-Qur’an, nilai keagamaan, dan kebiasaan positif yang dipelajari dapat menjadi bekal dalam kehidupan bersama keluarga dan masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Narkotika Karang Intan
What's Your Reaction?


