Tak Hanya Jagung Manis, Lapas Kelas I Surabaya Panen Jagung Pulut di SAE 36

Tak Hanya Jagung Manis, Lapas Kelas I Surabaya Panen Jagung Pulut di SAE 36

Sidoarjo, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya kembali tunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat program pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui panen jagung di lahan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) 36, Kamis (27/8). Dari panen kali ini, diperoleh sekitar 250 kilogram jagung yang terdiri atas dua varietas, yakni jagung manis dan jagung pulut. Jagung pulut menjadi salah satu komoditas yang menarik perhatian dalam panen tersebut karena turut dikembangkan sebagai diversifikasi tanaman pangan di SAE 36.

Sebelumnya, proses panen dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan tingkat kematangan tanaman. Warga Binaan terlibat langsung mulai dari perawatan hingga pemanenan bersama petugas. Keterlibatan tersebut menjadi pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman praktis dalam bidang pertanian.

Pelaksana Harian Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Anak Agung, mengatakan pengembangan berbagai varietas jagung merupakan upaya meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memberikan keterampilan kepada Warga Binaan. “Panen hari ini tidak hanya menghasilkan jagung manis, tetapi juga jagung pulut. Ini menjadi upaya kami untuk memanfaatkan lahan SAE 36 secara produktif sekaligus mengembangkan keterampilan Warga Binaan di bidang pertanian. Melalui kegiatan seperti ini, Warga Binaan mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola tanaman, mulai dari perawatan hingga panen,” ujarnya.

Agung menambahkan pengembangan komoditas pertanian di SAE 36 akan terus dilakukan dengan menyesuaikan potensi lahan dan kebutuhan. “Kegiatan ini tidak semata-mata mengejar hasil panen, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi Warga Binaan agar memiliki keterampilan yang dapat diterapkan setelah kembali ke tengah masyarakat,“ tambahnya.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Iwan selaku Bintara Pembina Desa Kecamatan Porong. Ia mengapresiasi program pertanian yang dilaksanakan Lapas Surabaya karena memberikan dampak positif, baik dari sisi pembinaan maupun pemanfaatan lahan.

“Kegiatan ini sangat positif karena Warga Binaan belajar dan bekerja secara produktif. Kami dari unsur kewilayahan siap mendukung dan bersinergi dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi Warga Binaan maupun masyarakat,” kata Iwan.

Hasil panen sekitar 250 kilogram jagung tersebut tidak berorientasi untuk diperjualbelikan, melainkan dimanfaatkan untuk kegiatan sosial. Dengan demikian, hasil dari program pembinaan tidak hanya memberikan manfaat bagi Warga Binaan, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat.

Melalui pengelolaan lahan SAE 36 secara berkelanjutan, Lapas Surabaya terus mendorong pembinaan kemandirian produktif sekaligus berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Surabaya

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0