Tak Kenal Maka Tak Sayang, Rutan Enrekang Gelar Pelatihan Moralitas bagi Warga Binaan
Enrekang, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Enrekang, bekerja sama dengan Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia (YPMBPBI) gelar pelatihan pendidikan moralitas bertajuk “Tak Kenal Maka Tak Sayang”, Rabu (21/10), pukul 09.00 WITA, di aula Rutan Enrekang.
Kegiatan ini diikuti oleh Warga Binaan dengan pendampingan staf Pelayanan Tahanan. Pelatihan dibuka oleh Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Winda Lestari, yang tekankan pentingnya pembinaan moralitas dalam membentuk karakter dan mengembangkan kepribadian Warga Binaan.
Winda menyampaikan bahwa pembinaan moralitas diharapkan jadi bekal bagi Warga Binaan untuk memperbaiki diri, membangun hubungan yang lebih baik dengan sesama, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap Warga Binaan dapat memahami pentingnya moralitas, pengendalian diri, dan kepedulian terhadap orang lain. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami selama pelatihan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani masa pembinaan maupun ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Winda.
Materi pelatihan disampaikan oleh Erina Wongso dari YPMBPBI. Mengusung konsep Who Am I Class, kegiatan ini mengajak Warga Binaan mengenali diri sendiri, memahami karakter manusia, serta membangun pola pikir dan perilaku yang lebih positif.
Materi yang disampaikan meliputi hubungan orang tua dan anak, pentingnya menyapa orang lain dengan tulus, pengendalian ego, serta pemahaman bahasa sebagai sarana komunikasi dan perluasan wawasan. Peserta juga diajak memahami tiga kualitas dasar manusia yang berkaitan dengan karakter atas dan bawah.
Selain itu, peserta diajak mengenali kebutuhan dan tanggung jawab diri, berinisiatif melakukan hal-hal positif tanpa harus selalu diminta, serta membiasakan diri mengucapkan terima kasih sebagai bentuk penghargaan kepada orang lain.
Salah satu pesan yang ditekankan dalam pelatihan ini adalah pentingnya membangun nilai-nilai positif dalam diri sebelum memberikan pengaruh baik kepada orang lain. Sebagaimana disampaikan dalam materi, “Charger dirimu, terangi dirimu, maka kamu bisa menerangi orang lain.” Pesan tersebut tekankan bahwa perubahan positif perlu dimulai dari diri sendiri sebelum memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Erina Wongso juga menyampaikan keyakinannya bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana.
“Saya mengajar di penjara karena saya percaya bahwa mereka juga manusia yang memiliki hati, harapan, dan kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik,” ungkap Erina.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik. Melalui pengenalan diri dan pembinaan moralitas, Warga Binaan diharapkan mampu mengenali potensi diri serta menumbuhkan kesadaran untuk menjalani kehidupan dengan nilai-nilai positif.
Kepala Rutan Enrekang, Ahmad, menyampaikan apresiasi kepada YPMBPBI atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan moralitas dapat mendukung pembinaan Warga Binaan, khususnya dalam membentuk karakter, meningkatkan kesadaran diri, dan mempersiapkan mereka untuk kembali ke tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang untuk menerima materi, tetapi juga momentum bagi Warga Binaan untuk mengenali diri, memperbaiki sikap, dan menumbuhkan keyakinan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah. Masa lalu tidak harus menentukan masa depan. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar, memperbaiki diri, dan membuktikan perubahan melalui tindakan nyata,” ujar Ahmad.
Kerja sama dengan berbagai pihak diharapkan dapat menghadirkan pembinaan yang bermakna sehingga Warga Binaan memiliki bekal moral dan sosial untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Enrekang
What's Your Reaction?


