Tebar Perdana 20.000 DOC Ayam Broiler, Lapas Terbuka Kendal Resmikan Kandang
Kendal, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal gelar tasyakuran dan doa bersama dalam rangka peresmian kandang sekaligus pengisian Day-Old Chick (DOC) ayam broiler, Kamis (29/10). Kegiatan ini menandai dimulainya program budi daya ayam broiler melalui kerja sama Lapas Terbuka Kendal dengan Koperasi Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER).
Tasyakuran dan doa bersama dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus ikhtiar memohon kelancaran dan keberkahan dalam pelaksanaan budi daya ayam broiler. Program ini diarahkan untuk mendukung pembinaan kemandirian Warga Binaan sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, menyampaikan bahwa tasyakuran jadi momentum untuk memohon perlindungan dan kelancaran selama proses budi daya hingga masa panen.
“Melalui tasyakuran dan doa bersama ini, kami memohon keselamatan dan kelancaran kepada Allah Swt. Harapannya, seluruh proses budi daya ayam broiler dapat berjalan dengan baik, memberikan hasil yang berkah, serta mendukung pembinaan kemandirian Warga Binaan dan program ketahanan pangan,” ungkap Nu’man Fauzi.
Ketua Umum Koperasi LPER, H. Mulyadi, menyampaikan bahwa pengisian DOC ayam broiler tahap perdana dilakukan dengan jumlah 20.000 ekor. Pengisian berikutnya akan dilakukan sebanyak 20.000 ekor sehingga kandang terisi sesuai kapasitas maksimal, yakni 40.000 ekor.
“Alhamdulillah, hari ini menjadi langkah awal budi daya ayam broiler dengan masuknya 20.000 ekor DOC. Kami berharap proses pemeliharaan dari awal hingga panen berjalan lancar dan menghasilkan panen yang berkah. Program ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, khususnya dalam pembinaan Warga Binaan,” jelas H. Mulyadi.
Nu’man Fauzi menambahkan, keterlibatan Warga Binaan dalam kegiatan budi daya diharapkan memberikan manfaat setelah mereka menyelesaikan masa pidana.
“Kami berharap Warga Binaan dapat memperoleh keterampilan dan premi dari hasil kegiatan ini. Syukur-syukur, ketika bebas nanti mereka juga memiliki modal usaha untuk memulai kehidupan yang lebih baik dan mandiri di tengah masyarakat,” tambah Nu’man Fauzi.
Dalam pelaksanaannya, Warga Binaan akan dilibatkan dalam proses budi daya sesuai tahapan dan kebutuhan operasional kandang. Mereka diharapkan memperoleh pengalaman kerja dan keterampilan di bidang peternakan sebagai bekal untuk kembali dan berintegrasi dengan masyarakat.
Kerja sama ini jadi salah satu langkah pengembangan pembinaan berbasis produktivitas di Lapas Terbuka Kendal. Program budi daya ayam broiler diharapkan memberi manfaat berkelanjutan bagi Warga Binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Terbuka Kendal
What's Your Reaction?


