Lapas Lhoknga Paparkan Program Pembinaan dan Layanan kepada Staf Khusus Menteri Imipas

Lapas Lhoknga Paparkan Program Pembinaan dan Layanan kepada Staf Khusus Menteri Imipas

Lhoknga, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Lhoknga terima kunjungan Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Bidang Hubungan Kemasyarakatan, Ahmad Fanani, bersama Tenaga Ahli Menteri Imipas, Yudho Giri Sucahyo, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tata kelola layanan Imigrasi dan Pemasyarakatan di Aceh, Jumat (30/10). Kunjungan ini jadi kesempatan bagi Lapas Lhoknga untuk memperlihatkan pelaksanaan program pembinaan dan pelayanan kepada Warga Binaan serta masyarakat.

Rombongan meninjau sejumlah program pembinaan, meliputi produksi roti, layanan barbershop, dan ketahanan pangan. Peninjauan juga diisi dialog bersama Warga Binaan dan pengunjung untuk mendengar pengalaman mereka selama menjalani pembinaan serta menerima layanan di Lapas Lhoknga.

Kepala Lapas Lhoknga, Husni, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai kegiatan ini jadi motivasi bagi jajaran untuk terus mengembangkan program pembinaan dan meningkatkan pelayanan.

“Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan berinovasi. Kami akan terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian, kerohanian, serta meningkatkan kualitas pelayanan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh Warga Binaan maupun masyarakat,” tutur Husni.

Ahmad Fanani menyampaikan bahwa monitoring langsung diperlukan untuk memastikan pelayanan dan pembinaan berjalan sesuai tujuan. Ia berharap program pembinaan membekali Warga Binaan dengan keterampilan sebagai bekal untuk kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan dan pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan benar-benar berjalan dengan baik. Program pembinaan harus memberikan manfaat nyata, membekali Warga Binaan dengan keterampilan, serta mempersiapkan mereka agar dapat kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ungkap Ahmad Fanani.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh, Ramdani Boy, menyebut monev sebagai sarana untuk melihat capaian sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki di seluruh UPT Pemasyarakatan Aceh.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat melihat secara langsung berbagai capaian sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan memastikan seluruh UPT Pemasyarakatan di Aceh memberikan pelayanan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Kunjungan ke Lapas Lhoknga jadi agenda terakhir dari rangkaian monitoring di sejumlah satuan kerja di Aceh. Kegiatan ditutup dengan exit meeting monev tata kelola layanan Imigrasi dan Pemasyarakatan yang dihadiri jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, serta UPT Imigrasi dan Pemasyarakatan se-Aceh.

Sebagai tuan rumah exit meeting, Lapas Lhoknga berkomitmen menindaklanjuti masukan hasil evaluasi untuk dukung peningkatan kualitas pembinaan dan pelayanan Pemasyarakatan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Lhoknga

 

What's Your Reaction?

like
5
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1