Terapkan Waste to Value, Lapas Kotabaru Matangkan Pengelolaan Sampah Terpadu dan Produktif

Terapkan Waste to Value, Lapas Kotabaru Matangkan Pengelolaan Sampah Terpadu dan Produktif

Kotabaru, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus matangkan implementasi pengelolaan sampah terpadu berbasis pemilahan dan waste to value di seluruh area Lapas. Pembahasan yang digelar pada Rabu (31/12) menyepakati pengelolaan sampah dilakukan secara menyeluruh mencakup sampah yang bersumber dari blok hunian, dapur, perkantoran, dan area kegiatan pembinaan.

Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menjelaskan pengelolaan dimulai sejak dari sumber melalui pemilahan sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya dan beracun dengan penyediaan sarana pemilahan yang disesuaikan dengan kondisi keamanan dan ketersediaan fasilitas di Lapas. Ini merupakan kebijakan Pemasyarakatan yang berkelanjutan dan berbasis regulasi.

“Pengelolaan sampah berbasis waste to value ini kami laksanakan sesuai modul dan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Tujuannya tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan tertib, tetapi juga menghadirkan pembinaan yang produktif dan bernilai bagi Warga Binaan,” tegas Doni.

Pendekatan waste to value diarahkan untuk mengubah sampah menjadi sumber daya produktif, antara lain melalui pengolahan sampah organik menjadi kompos, pupuk cair, dan pemanfaatan sisa organik sebagai pakan maggot. Melalui pendekatan ini, pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada kebersihan dan pengurangan timbulan sampah, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan Warga Binaan, mendukung ketahanan pangan, dan menciptakan nilai ekonomi baru.

Jajaran Lapas juga membahas pengelolaan minyak jelantah dari dapur Lapas yang akan ditampung pada wadah khusus. Dilakukan pula pemetaan alur pengelolaan sampah dari tahap pengumpulan hingga pengolahan akhir dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban.

Ketua Tim Pengelolaan Sampah Lapas Kotabaru, Agus Rahmad Ramdhoni, menyampaikan kesiapan tim dalam melaksanakan program sesuai modul yang telah ditetapkan. “Kami akan menjalankan pengelolaan sampah secara bertahap dan terukur, mulai dari pemilahan di sumber, penguatan sarana, hingga pengolahan menjadi produk bernilai. Semua dilaksanakan sesuai modul dan tetap mengutamakan keamanan,” ujarnya.

Untuk mendukung implementasi, Lapas Kotabaru akan melaksanakan sosialisasi dan bimbingan teknis kepada petugas dan Warga Binaan, serta menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup. Program pengelolaan sampah berbasis waste to value ini direncanakan mulai berjalan pada bulan Januari serta akan dievaluasi dan dilaporkan secara berkala setiap bulan.

Melalui langkah ini, Lapas Kotabaru berharap mewujudkan pengelolaan sampah yang terintegrasi, aman, dan bernilai guna sekaligus mendukung pembinaan kemandirian Warga Binaan serta kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak. (IR)

 

Kontributor: Lapas Kotabaru

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0