Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan, Lapas Tolitoli Rutin Gelar Pembinaan Keagamaan

Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan, Lapas Tolitoli Rutin Gelar Pembinaan Keagamaan

Tolitoli, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli gelar pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan, Selasa (3/11/2026), mulai pukul 09.00 WITA. Kegiatan berlangsung di Masjid Darul Hisab dan Gereja Patmos Lapas Tolitoli.

Pembinaan dilaksanakan secara bersamaan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing Warga Binaan. Bagi Warga Binaan beragama Islam, kegiatan berlangsung di Masjid Darul Hisab dengan menghadirkan Ustaz Firman dan Ustaz Mabrur. Materi yang disampaikan meliputi fikih salat dan ilmu tajwid dalam membaca Al-Qur'an. Melalui materi tersebut, Warga Binaan mempelajari tata cara salat yang benar serta kaidah membaca Al-Qur'an.

Sementara itu, Warga Binaan beragama Kristen ikuti pembinaan rohani di Gereja Patmos yang dipimpin Pdt. Tomas Lumbaa. Dalam kegiatan tersebut, disampaikan firman Tuhan bertema “Lawanlah Iblis dan Rendahkanlah Dirimu” yang diambil dari 1 Petrus 5:6–11. Pesan rohani tersebut mengajak Warga Binaan untuk mengandalkan Tuhan, memiliki kerendahan hati, dan tetap kuat menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dari proses pembinaan di Lapas. Pembinaan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga aspek mental dan spiritual Warga Binaan.

“Melalui kegiatan keagamaan ini, kami berharap Warga Binaan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memperbaiki diri, dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin memastikan bahwa selama menjalani masa pembinaan, mereka mendapatkan kesempatan untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik sehingga nantinya siap kembali dan diterima di tengah masyarakat,” ungkap Mansur.

Ustaz Firman menyampaikan bahwa ilmu agama, khususnya fikih salat dan tajwid Al-Qur'an, merupakan bekal penting bagi umat Muslim. Ia berharap Warga Binaan tidak sekadar mengikuti kegiatan sebagai rutinitas, tetapi juga memahami dan menerapkan ilmu yang diberikan.

“Belajar agama tidak mengenal batas tempat dan keadaan. Selama masih diberikan kesempatan, kita harus terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup. Semoga ilmu yang dipelajari hari ini dapat diamalkan secara konsisten, baik selama berada di dalam Lapas maupun setelah kembali ke tengah masyarakat,” tutur Ustaz Firman.

Salah satu Warga Binaan, Deki, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan mengikuti pembinaan keagamaan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan ketenangan batin sekaligus menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri.

“Saya merasa bersyukur bisa mengikuti kegiatan seperti ini. Banyak hal yang kami pelajari, bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga bagaimana menjadi pribadi yang lebih sabar, rendah hati, dan lebih baik ke depannya. Semoga ilmu yang kami dapatkan bisa terus kami terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Deki.

Sementara itu, Pdt. Tomas Lumbaa menyampaikan bahwa pembinaan rohani jadi sarana untuk menumbuhkan pengharapan, memperkuat iman, dan membangun karakter Warga Binaan.

“Melalui firman Tuhan, kita diajak untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan, melawan segala bentuk godaan, dan tetap teguh dalam iman. Masa pembinaan hendaknya menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi, meninggalkan kebiasaan buruk, serta mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke tengah keluarga dan masyarakat,” ungkap Pdt. Tomas.

Bekal spiritual dari pembinaan keagamaan diharapkan membantu Warga Binaan mengendalikan diri, memperbaiki hubungan sosial, serta menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. Hal ini juga bagian dari upaya mendukung reintegrasi sosial dan mengurangi risiko pengulangan tindak pidana. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Tolitoli

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0