Gali Potensi Kemandirian, Warga Binaan Lapas Tual Kembangkan Usaha Percetakan Banner
Langgur, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual kembangkan pembinaan kemandirian melalui usaha percetakan digital, khususnya pembuatan banner dan baliho yang dikerjakan langsung oleh Warga Binaan, Rabu (4/11).
Unit usaha ini jadi wadah Warga Binaan asah keterampilan teknis di bidang desain grafis dan pengoperasian mesin cetak. Mulai dari penerimaan pesanan, perancangan tata letak (layout), penyelarasan warna, hingga pencetakan pada bahan banner, seluruh proses dikerjakan Warga Binaan di bawah pengawasan petugas.
Kepala Lapas Tual, Nurchalis Nur, menyampaikan bahwa program pembinaan ini dirancang untuk memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan Warga Binaan setelah bebas.
"Usaha percetakan banner oleh Warga Binaan ini adalah bukti bahwa jeruji besi bukan penghalang untuk berkarya. Kami di Lapas Tual tidak hanya memasyarakatkan mereka secara sosial, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan industri kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi di luar sana," ujar Nurchalis.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik Lapas Tual, Iswan Ternate, selaku pengawas program pembinaan kemandirian, menjelaskan bahwa produk banner hasil karya Warga Binaan memiliki kualitas cetak yang mampu bersaing dengan percetakan komersial. Selain melayani kebutuhan internal organisasi dan kedinasan, unit usaha ini juga diproyeksikan menerima pesanan dari masyarakat umum dan instansi mitra.
"Warga Binaan yang ditempatkan di bagian percetakan ini telah melalui proses asesmen dan pelatihan khusus. Kami terus memantau kreativitas dan ketelitian mereka, mulai dari pemilihan resolusi gambar agar tidak pecah hingga perawatan mesin cetak. Hasil premi atau upah dari keuntungan usaha ini juga kami bagikan kepada Warga Binaan pekerja sebagai hak tabungan mereka," ungkapnya.
Arki, salah seorang Warga Binaan yang bertugas di ruang produksi, mengungkapkan kebanggaannya karena dapat menguasai komputer dan aplikasi desain selama jalani pembinaan di Lapas.
"Dulu saya tidak tahu sama sekali cara mengoperasikan komputer, apalagi membuat desain spanduk. Di sini saya diajari dari nol oleh petugas pembina. Sekarang saya bangga bisa melihat hasil cetakan spanduk saya dipakai di acara-acara dinas, dan ini jadi modal keahlian saya untuk membuka usaha sendiri saat bebas nanti," tuturnya.
Usaha percetakan banner ini juga berkontribusi terhadap penerimaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tual
What's Your Reaction?


