Tonggak Sejarah Pemasyarakatan Kalsel, Program S1 Resmi Diluncurkan di Lapas Narkotika Karang Intan

Tonggak Sejarah Pemasyarakatan Kalsel, Program S1 Resmi Diluncurkan di Lapas Narkotika Karang Intan

Karang Intan, INFO_PAS – Sebuah sejarah baru tercipta di lingkungan Pemasyarakatan Kalimantan Selatan. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan resmi luncurkan program pendidikan perkuliahan Strata Satu (S1) bagi Warga Binaan hasil kerja sama dengan Universitas PGRI Kalimantan, Rabu (4/3).

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan. Hadir pula Wakil Bupati Kabupaten Banjar beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan para pimpinan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Kalimantan Selatan.

Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, mengatakan program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi transformasi pembinaan berbasis pendidikan tinggi. “Kami ingin memastikan Warga Binaan memiliki bekal nyata saat kembali ke masyarakat. Pendidikan adalah jalan perubahan. Dari balik tembok ini, kami ingin lahir sarjana-sarjana yang siap bangkit dan berkontribusi positif,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kakanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan menegaskan program ini merupakan yang pertama di lingkungan Pemasyarakatan Kalimantan Selatan. “Ini bukan hanya kebanggaan bagi Lapas Narkotika Karang Intan, tetapi juga menjadi tonggak sejarah pembinaan yang lebih progresif, humanis, dan berorientasi masa depan,” tegas Mulyadi.

Wakil Bupati Kabupaten Banjar, H. Said Idrus, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inovasi pembinaan tersebut. “Jangan sia-siakan kesempatan emas ini. Bisa berkuliah di Lapas adalah peluang luar biasa. Mari kita ubah paradigma penjara sebagai tempat hukuman menjadi kampus tempat pengembangan diri,” pesannya.

Rektor Universitas PGRI Kalimantan, Dr. Alimuddin A. Djawad, turut memberikan pesan khusus kepada para mahasiswa Warga Binaan. “Mohon manfaatkan waktu kalian sebaik mungkin di sini. Mudah-mudahan menjadi modal penting untuk reintegrasi di tengah masyarakat,” harapnya.

Salah satu mahasiswa Warga Binaan, Riyan, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. “Ini kesempatan kedua bagi saya. Saya ingin membuktikan kami bisa berubah. Saya ingin pulang nanti dengan gelar, ilmu, dan kebanggaan untuk keluarga,” tegasnya.

Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI serta implementasi dari Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. Peluncuran program S1 ini menjadi simbol kuat Pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani hukuman, melainkan tentang membangun masa depan. Di balik jeruji, kini tumbuh semangat akademik, harapan, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik demi masyarakat dan bangsa.

 

 

Kontributor: LPN Karang Intan

 

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0