Ubah Kantong Plastik Jadi Tas Bernilai Ekonomis, Lapas Bandanaira Kembangkan Kreativitas Warga Binaan

Ubah Kantong Plastik Jadi Tas Bernilai Ekonomis, Lapas Bandanaira Kembangkan Kreativitas Warga Binaan

Banda Naira, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus kembangkan program pembinaan kemandirian produktif bagi Warga Binaan, salah satunya kerajinan tas berbahan dasar kantong plastik. Kegiatan ini melibatkan staf Subseksi Pembinaan bersama peserta magang untuk mengasah keterampilan, pembuatan tas dari kantong plastik juga mendorong Warga Binaan untuk memanfaatkan bahan sederhana menjadi produk kerajinan yang menarik dan berpotensi memiliki nilai jual.

‎Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya membekali Warga Binaan dengan keterampilan bermanfaat, produktif, dan memiliki nilai ekonomis. "Program pembinaan ini kami rancang agar para Warga Binaan memiliki keterampilan konkret yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Melalui pembuatan tas dari katong plastik, mereka tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi juga mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan. Kami bangga melihat hasil karya mereka yang rapi, menarik, dan memiliki nilai jual," pujinya, Selasa (27/10).

‎Manfaat pembinaan ini turut dirasakan Warga Binaan yang terlibat langsung dalam proses pembuatan kerajinan. Salah seorang Warga Binaan, Simon, mengungkapkan rasa syukur karena memperoleh kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru selama menjalani masa pembinaan di Lapas Bandanaira.

‎"Awalnya saya tidak menyangka bisa membuat tas seperti ini. Berkat bimbingan petugas dan peserta magang, saya mendapatkan keahlian baru. Kegiatan ini membuat saya lebih percaya diri karena ternyata saja juga bisa menghasilkan karya bermanfaat," tutur Simon.

‎Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Lapas Bandanaira, Amier Azan, menegaskan jajarannya berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan inovatif, produktif, dan berorientasi pada kesiapan Warga Binaan untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat. "Kerajinan tas dari katong plastik ini menjadi bukti di balik tembok Pemasyarakatan, potensi dan kreativitas Warga Binaan dapat terus tumbuh dan berkembang. Kami tidak hanya berfokus pada pembinaan mental dan kepribadian, tetapi juga berupaya memberikan keterampilan nyata sebagai bekal bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang mandiri dan produktif setelah bebas nanti," tegasnya.

‎Melalui kegiatan ini, Lapas Bandanaira membuktikan keterbatasan tempat bukanlah penghalang untuk terus berkarya. Dengan pendampingan petugas dan dukungan peserta magang, Warga Binaan diberikan ruang untuk belajar, berkreasi, dan menghasilkan karya yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomis.

Upaya ini sekaligus menegaskan pembinaan di Lapas bukan sekadar menjalani masa pidana, melainkan juga menjadi proses membangun keterampilan, menumbuhkan kepercayaan diri, dan mempersiapkan Warga Binaan agar kembali ke tengah masyarakat dengan bekal yang lebih baik. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Bandanaira  

‎

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1