UPT Pemasyarakatan Kembali Berikan Asimilasi Rumah Bagi WBP

UPT Pemasyarakatan Kembali Berikan Asimilasi Rumah Bagi WBP

Masohi, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masohi kembali memberikan Asimilasi kepada dua orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah memenuhi persyaratan administratif. Keduanya keluar dari Rutan Masohi pada Rabu (30/6).

Surat Keputusan (SK) Asimilasi diberikan langsung oleh staf Pelayanan Tahanan, Melkianus Sinay, kepada dua orang WBP tersebut.  Sebelum proses pengeluaran, telah diberikan arahan oleh Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ambon selaku Bapas yang mengawasi kedua narapidana tersebut selama menjalani program Asimilasi di rumah, sekaligus menyaksikan proses pengeluaran keduanya dari Rutan Masohi.

“Langsung menuju rumah masing-masing, jangan membuat khawatir keluarga di rumah yang sudah menunggu. Meskipun kalian telah keluar dari Rutan Masohi, sisa masa pidana kalian masih ada sampai dengan masa pidana berakhir. Selanjutnya, kalian diwajibkan untuk tetap melakukan absen secara rutin kepada Bapas,” imbau Melky.

Kedua WBP tersebut menyampaikan bahwa pelayanan yang diberikan oleh Rutan Masohi sudah sangat baik. Mereka merasa bersyukur karena bisa mendapatkan program Asimilasi ini secara gratis tanpa ada pungutan biaya apapun, mulai dari awal pengurusan hingga menjalankan program Asimilasi di rumah.

“Terima kasih karena kami telah dibina, dirawat, dan diberi pembekalan yang baik selama berada di Rutan Masohi, sehingga harapannya kami benar-benar bisa diterima di tengah keluarga dan masyarakat,” ungkap salah satu WBP yang menerima Asimilasi.

Sementara itu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, seorang WBP yang telah memenuhi persyaratan pelaksanaan Asimilasi rumah dipulangkan dari Lapas, Kamis (1/7). SK Asimilasi diserahkan langsung oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik, Hesta Van Harling.

Sebelum proses pengeluaran, Hesta berpesan kepada WBP tersebut untuk tetap menjaga sikap dan perilaku yang baik di lingkungan tempat tinggalnya. “Pemberian Asimilasi ini bukan berarti bebas sepenuhnya, namun menjalani sisa masa pidana di rumah dan rutin melapor ke Bapas,” tandasnya.

Pemberian Asimilasi di rumah ini sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), dan Cuti Bersyarat (CB) bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulagan Penyebaran COVID-19 di dalam Lapas dan Rutan. (prv)

 

Kontributor: Helpdesk Rutan Masohi, Lapas Tual

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0