Using Kearifan Lokal, Lapas Kotabaru Produksi Tas Sasirangan Khas Kalsel
Kotabaru, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus hadirkan produk unggulan melalui pembinaan kemandirian Warga Binaan, salah satunya produksi tas berbahan kain sasirangan, Kamis (16/4). Produk ini menjadi wujud kreativitas yang mengangkat kearifan lokal sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Tas sasirangan yang dihasilkan menampilkan motif khas Kalimantan Selatan dengan sentuhan warna yang beragam dan menarik. Setiap produk dikerjakan dengan teliti, mulai dari pemilihan bahan, proses penjahitan, hingga finishing, sehingga menghasilkan tas yang tidak hanya unik tetapi juga fungsional dan layak bersaing di pasar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 dalam pengembangan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui produk tas sasirangan, Warga Binaan didorong untuk menghasilkan karya yang memiliki identitas budaya sekaligus nilai jual.
Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa pengembangan produk berbasis kearifan lokal menjadi salah satu fokus pembinaan. “Tas sasirangan ini tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kami dalam mengembangkan produk UMKM yang bernilai ekonomi dan berdaya saing,” ujarnya.
Salah satu Warga Binaan, A, mengungkapkan kebanggaannya dapat terlibat dalam pembuatan produk tersebut. “Kami belajar membuat tas dengan motif khas daerah. Rasanya bangga bisa menghasilkan produk yang bagus dan punya nilai jual,” tuturnya.
Melalui pengembangan produk tas sasirangan ini, Lapas Kotabaru terus berkomitmen mendorong Warga Binaan untuk berkarya secara produktif, sekaligus melestarikan budaya lokal dan membuka peluang usaha di masa depan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Kotabaru
What's Your Reaction?


