Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Olah Humor dan Asah Nalar lewat Pembelajaran Bahasa Indonesia

Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Olah Humor dan Asah Nalar lewat Pembelajaran Bahasa Indonesia

Karang Intan, INFO_PAS – Pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya mengasah kemampuan berbahasa, tetapi juga melatih Warga Binaan mengembangkan gagasan, berpikir kritis, dan menyampaikan pendapat secara santun. Pada Senin (12/10), Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan ikuti pembelajaran Bahasa Indonesia Program Pendidikan Kesetaraan Paket C di Ruang Belajar Lapas dengan materi penyampaian kritik sosial melalui teks anekdot dan lawakan tunggal (stand-up comedy). Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Karang Intan mendorong Warga Binaan mengembangkan kreativitas dan keterampilan berkomunikasi sebagai proses pembinaan.

Muhammad Yoshfian Rahman, petugas Lapas Narkotika Karang Intan yang bertugas sebagai tutor perpanjangan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Annisa, memandu pembelajaran dengan materi penyampaian kritik sosial melalui teks anekdot dan lawakan tunggal. Melalui materi tersebut, Warga Binaan mempelajari cara mengembangkan gagasan, merangkai cerita, dan memilih kata-kata yang tepat agar pesan dapat disampaikan secara menarik tanpa mengabaikan kesantunan.

Pembelajaran ini mengajak Warga Binaan memahami bahwa humor dapat digunakan untuk menggambarkan persoalan di lingkungan sosial dan menyampaikan pandangan dari sudut yang berbeda. Dalam menyusun teks anekdot maupun memahami lawakan tunggal, ketepatan memilih kata, alur penyampaian, dan pesan yang ingin disampaikan menjadi hal penting. Dengan memahami unsur-unsur tersebut, Warga Binaan dapat belajar menyampaikan kritik secara kreatif tanpa merendahkan atau menyakiti orang lain.

Yoshfian menjelaskan pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyusun kalimat, tetapi juga melatih Warga Binaan mengolah pemikiran dan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab. “Warga Binaan dapat belajar mengolah gagasan menjadi cerita yang menarik sekaligus bermakna. Teks anekdot dan lawakan tunggal mengajarkan kritik dapat disampaikan secara kreatif tanpa merendahkan orang lain. Saya berharap mereka menerapkan kemampuan tersebut untuk berkomunikasi dengan lebih baik dan menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab,” harapnya.

Salah seorang Warga Binaan berinisial ZF mengungkapkan pembelajaran tersebut memberinya pemahaman baru tentang penggunaan humor dalam menyampaikan pendapat. Ia memahami cara seseorang menyampaikan pesan turut memengaruhi bagaimana orang lain menerima dan memaknainya.

“Saya mendapat pelajaran bahwa menyampaikan pendapat perlu memikirkan kata-kata yang digunakan dan perasaan orang yang mendengarkan. Humor bisa membuat pesan lebih menarik, tetapi isinya tetap harus bermanfaat dan tidak menyakiti orang lain. Menurut saya, ilmu ini berguna untuk berkomunikasi lebih baik dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap ZF.

Pembelajaran Bahasa Indonesia melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket C memberikan manfaat yang melampaui penguasaan materi di kelas. Kemampuan mengembangkan gagasan, memahami persoalan sosial, berpikir kritis, dan menyampaikan pendapat secara santun merupakan keterampilan yang dapat digunakan Warga Binaan dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan tersebut juga menjadi bekal untuk menjalin hubungan yang baik dengan keluarga dan masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.

Melalui kegiatan pendidikan, Lapas Narkotika Karang Intan terus memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk memperoleh pengetahuan dan mengembangkan potensi diri. Pembelajaran ini menjadi upaya pembinaan yang membantu Warga Binaan meningkatkan kemampuan intelektual, kreativitas, dan keterampilan berkomunikasi sebagai persiapan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

 

 

Kontributor: LPN Karang Intan

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0