Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Olah Plastik Bekas dan Spunbond Jadi Bonsai
Pangkalpinang, INFO_PAS – Kreativitas Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terlihat dari pembuatan bonsai hias berbahan kantong plastik bekas dan kain spunbond. Kegiatan yang berlangsung di Blok Hunian A, Kamis (15/10), ini bagian dari pembinaan kemandirian untuk asah keterampilan dan dorong Warga Binaan hasilkan karya yang bermanfaat.
Kantong plastik bekas, benang nilon, dan kain spunbond diolah jadi bonsai hias menyerupai tanaman asli. Warga Binaan, SA, berhasil menyelesaikan satu bonsai dalam sehari melalui proses yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kreativitas.
Kepala Lapas Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, mengapresiasi kreativitas Warga Binaan yang mampu mengolah bahan sederhana jadi kerajinan. Menurutnya, kegiatan ini salah satu cara untuk kembangkan potensi dan keterampilan melalui aktivitas produktif.
“Kami terus mendorong Warga Binaan agar memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif dan produktif. Melalui pembuatan bonsai ini, mereka belajar mengembangkan kreativitas, ketelitian, dan keterampilan. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan menghasilkan karya yang memiliki nilai tambah,” ujar Febie.
Sementara itu, SA mengaku senang dapat menyelesaikan bonsai pertamanya dalam sehari. Baginya, pembuatan kerajinan ini menjadi pengalaman baru untuk belajar dan mencoba hal-hal kreatif.
“Awalnya saya mencoba merangkai bahan-bahan yang ada, mulai dari menggulung kantong plastik untuk tangkai sampai memotong spunbond menjadi daun. Ternyata bisa dibuat menyerupai bonsai asli. Saya senang bisa menyelesaikannya dalam sehari dan ingin terus belajar supaya hasilnya semakin bagus,” ungkap SA.
Saat ini, pembuatan bonsai masih dalam tahap latihan dan pengembangan keterampilan. Ke depan, Lapas Pangkalpinang berencana mengembangkan kegiatan ini agar menghasilkan produk kerajinan yang lebih beragam, berkualitas, dan berpotensi dipasarkan kepada masyarakat.
Lapas Pangkalpinang berharap pembinaan ini dapat membantu Warga Binaan kembangkan kreativitas jadi karya bernilai guna dan ekonomi. Dengan latihan berkelanjutan, keterampilan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus jadi bekal untuk hidup lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Pangkalpinang
What's Your Reaction?


