Warga Binaan Lapas Tolitoli Perkuat Iman dan Takwa lewat Pembinaan Keagamaan
Tolitoli, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli perkuat spiritualitas melalui kegiatan keagamaan rutin sesuai agama masing-masing, Pada Kamis (1/10), kegiatan yang dimulai pukul 08.15 WITA tersebut berlangsung di dua tempat, yakni Masjid Darul Hisab bagi Warga Binaan beragama Islam dan Gereja Patmos bagi Warga Binaan beragama Kristen.
Di Masjid Darul Hisab, Warga Binaan Muslim mengikuti pembinaan dengan materi “Belajar Membaca Huruf Hijaiyah melalui Iqra’.” Kegiatan diawasi oleh Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan dan Tata Tertib, Yoga Sapta Mahardika, bersama jajaran pengamanan.
Salah seorang Warga Binaan Muslim, Ahyar, mengungkapkan kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi dirinya untuk terus memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus meningkatkan pemahaman agama. “Selain belajar membaca huruf Hijaiyah, kegiatan ini menjadi pengingat bagi saya untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan ibadah selama menjalani pembinaan di Lapas,” ujarnya.
Sementara itu, Warga Binaan beragama Kristen mengikuti ibadah di Gereja Patmos yang dipimpin oleh petugas, Marthen. Pembinaan mengangkat materi “Jangan Mengukur Kuasa Tuhan dengan Keterbatasan Manusia” dengan pembacaan Alkitab dari Bilangan 11:23.
Warga Binaan Kristen, Michael, menyampaikan kegiatan keagamaan menjadi sarana untuk mendapatkan penguatan rohani selama menjalani masa pembinaan. “Ibadah ini memberikan penguatan dan mengingatkan kami untuk tetap percaya kepada Tuhan. Walaupun berada dalam keterbatasan, kami belajar untuk tetap memiliki harapan dan menjalani proses pembinaan dengan baik,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menegaskan pembinaan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. “Harapannya, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga membentuk karakter dan perilaku Warga Binaan agar makin baik,” harapnya.
Melalui pembinaan rutin dan berkesinambungan, Warga Binaan diharapkan makin memahami dan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana. (IR)
Kontributor: Lapas Tolitoli
What's Your Reaction?


