Warga Binaan Mahir Al-Qur’an Bimbing 12 Rekan Belajar Iqra di Blok E Lapas Banjarmasin

Warga Binaan Mahir Al-Qur’an Bimbing 12 Rekan Belajar Iqra di Blok E Lapas Banjarmasin

Banjarmasin, INFO_PAS – Semangat belajar membaca Al-Qur’an tumbuh dari lingkungan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin. Sebanyak 12 Warga Binaan ikuti pembelajaran membaca Al-Qur’an dimulai dengan Iqra di Blok E, Jumat (21/8), dengan bimbingan Warga Binaan yang telah mahir membaca Al-Qur’an.

Pembelajaran berlangsung dalam beberapa kelompok. Warga Binaan yang telah memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an lebih baik berperan sebagai pembimbing, sementara peserta lainnya mengikuti pembelajaran sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Dalam prosesnya, peserta membaca Iqra secara bergantian. Pembimbing menyimak setiap bacaan, kemudian memberikan arahan dan membantu memperbaiki pelafalan apabila masih terdapat kesalahan. Suasana belajar berlangsung sederhana, tetapi diwarnai semangat untuk saling membantu dan memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an.

Salah seorang Warga Binaan yang menjadi pembimbing, AS, mengatakan dirinya senang dapat berbagi kemampuan dengan rekan-rekannya.

Alhamdulillah, saya senang bisa membantu teman-teman belajar. Kalau ada yang belum bisa atau bacaannya masih kurang tepat, saya bantu pelan-pelan. Bagi saya, ilmu yang sudah kita punya lebih baik dibagikan supaya bisa sama-sama belajar,” ujar AS.

Menurut AS, membimbing rekan-rekannya juga jadi pengingat bagi dirinya untuk terus belajar dan memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an.

Sementara itu, Warga Binaan Z yang mengikuti pembelajaran mengaku terbantu dengan adanya bimbingan dari sesama Warga Binaan yang telah lebih mahir.

“Kalau belajar bersama seperti ini saya lebih mudah bertanya ketika tidak tahu. Kalau ada bacaan yang salah, langsung dibetulkan. Saya ingin terus belajar sampai bisa membaca Al-Qur’an dengan lancar,” ungkap Z.

Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Muhammad Ansyari, mengatakan pembelajaran secara berkelompok beri ruang bagi Warga Binaan untuk saling membantu dalam proses pembinaan.

“Warga Binaan yang sudah mahir kami berikan ruang untuk membimbing rekan-rekannya. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok agar pembelajaran lebih fokus. Jadi, Warga Binaan yang masih belajar bisa mendapatkan pendampingan dan lebih leluasa memperbaiki bacaannya,” tuturnya.

Menurutnya, keterlibatan Warga Binaan sebagai pembimbing juga menunjukkan tumbuhnya kepedulian antarsesama.

“Yang kami bangun bukan hanya kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga kepedulian dan kebersamaan. Ketika seseorang yang sudah mampu mau membantu temannya yang masih belajar, itu menjadi bagian dari proses pembinaan yang positif,” lanjutnya.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengapresiasi inisiatif Warga Binaan yang turut mengambil peran dalam kegiatan pembinaan keagamaan.

“Pembinaan akan lebih bermakna ketika tumbuh kesadaran dari Warga Binaan sendiri untuk belajar dan membantu sesamanya. Kami mendukung kegiatan positif seperti ini agar terus berjalan dan memberikan manfaat bagi Warga Binaan,” ujarnya.

Pembelajaran membaca Al-Qur’an menggunakan Iqra di Blok E jadi gambaran bahwa proses pembinaan tidak selalu berlangsung dalam suasana formal. Dari kelompok-kelompok kecil, tumbuh kebiasaan saling mengajarkan, menyimak, dan memperbaiki.

Bagi 12 Warga Binaan tersebut, pembelajaran ini bukan sekadar mengisi waktu, tetapi menjadi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kepedulian kepada sesama.

Satu halaman Iqra mungkin terlihat sederhana. Namun, dari sana ada langkah kecil untuk memperbaiki diri—satu huruf, satu bacaan, dan satu kebaikan yang diteruskan kepada sesama. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0