Warga Binaan Panen Sayuran Hidroponik, Penuhi Kebutuhan Dapur Lapas Wahai

Warga Binaan Panen Sayuran Hidroponik, Penuhi Kebutuhan Dapur Lapas Wahai

Wahai, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali laksanakan panen kangkung di kebun hidroponik Lapas, Rabu (4/2). Panen kali ini menghasilkan 15 ikat kangkung segar yang dimanfaatkan langsung untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas sebagai upaya mendukung kemandirian pangan dan pemenuhan gizi Warga Binaan. 

Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, menjelaskan pemanfaatan lahan sempit menjadi kebun hidroponik di Lapas menjadi sarana efektif dalam pembinaan. “Kebun pembinaan di Lapas kami optimalkan dengan sistem hidroponik vertikultur sebagai media pembelajaran. Warga Binaan dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab, dan produktif, sekaligus turut mendukung pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri,” tuturnya.

Senada, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan meskipun hasil panen masih dalam skala terbatas, manfaat yang dihasilkan sangat nyata. “Panen kangkung ini merupakan hasil kerja keras Warga Binaan dalam mengikuti program pembinaan kemandirian. Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas, kegiatan ini juga membekali mereka dengan keterampilan bercocok tanam yang bermanfaat sebagai bekal setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi bukti keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang produktivitas. "Panen kangkung hidroponik ini langsung didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dapur Lapas Wahai yang berarti ikut membantu menyuplai bahan makanan sehat dan mandiri," lanjut Tersih.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas konsistensi Lapas Wahai dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian. “Panen kangkung ini mencerminkan implementasi pembinaan yang selaras dengan arah kebijakan pemerintah, khususnya dalam mendukung kemandirian pangan dan pemberdayaan Warga Binaan. Ini adalah bukti nyata pembinaan yang berdampak di mana Warga Binaan tidak hanya diam tetapi dilatih untuk produktif dan memberikan dampak positif bagi kesehatan mereka juga melalui konsumsi sayur segar hasil usaha sendiri," jelasnya.

Selain merupakan program pembinaan kemandirian bidang pertanian yang dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan Warga Binaan, panen tersebut juga merupakan implementasi nyata dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. Melalui panen ini, diharapkan memotivasi seluruh Warga Binaan untuk terus belajar dan berkontribusi positif, serta membuktikan keterbatasan bukan penghalang untuk berinovasi. 

Diharapkan pula panen terus konsisten. Tidak hanya kangkung, tetapi juga sayuran lain, guna menciptakan kemandirian pangan yang berkelanjutan di Lapas Wahai. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Wahai

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1