Warga Binaan Jemaat Gereja Oikumene Berbagi Tali Asih kepada Warga Binaan yang Dirawat di Klinik Lapas Banjarmasin

Warga Binaan Jemaat Gereja Oikumene Berbagi Tali Asih kepada Warga Binaan yang Dirawat di Klinik Lapas Banjarmasin

Banjarmasin, INFO_PAS — Sambut sukacita Natal 2025, Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin yang tergabung dalam Jemaat Gereja Oikumene bagikan tali asih kepada Warga Binaan yang sedang menjalani perawatan di Klinik Lapas, Selasa (23/12).  Kegiatan ini menjadi wujud nyata kasih dan kepedulian antar sesama Warga Binaan, khususnya bagi mereka yang tengah berjuang memulihkan kondisi kesehatan. Dengan langkah sederhana namun penuh ketulusan, tali asih diserahkan sebagai bentuk dukungan moril, menghadirkan kehangatan dan harapan di tengah masa perawatan.

Pelaksanaan kegiatan turut didampingi oleh Petugas Pembina, yaitu Erik Simanjuntak, Ruth Civita Susanti, Olivia Kristianti, dan Kartika. Mereka memastikan kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh makna.

Sebanyak 16 Warga Binaan sedang dirawat menerima tali asih. Ungkapan syukur pun disampaikan oleh salah satu Warga Binaan penerima. “Terima kasih atas bingkisan Natal ini. Kiranya Allah membalas dengan berlipat ganda pahala kepada saudara-saudara Kristen Jemaat Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.

Selaku petugas pembina, Olivia Kristianti menyampaikan kegiatan ini dilandasi semangat berbagi dan kepedulian. “Dalam suasana perayaan Natal, kami dari Jemaat Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin ingin berbagi kasih dan sukacita Natal kepada sesama, khususnya Warga Binaan yang sedang sakit dan dirawat di klinik. Kiranya melalui bantuan ini, jangan dilihat dari nilai barang yang diberikan, melainkan dari ketulusan hati dalam berbagi kepada sesama Warga Binaan. Harapan kami, bantuan sederhana ini bermanfaat dan menjadi penguat bagi yang menerimanya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, nilai-nilai kasih, empati, dan kebersamaan yang menjadi inti perayaan Natal diharapkan terus tumbuh dan menguatkan proses pembinaan di Lapas. Di balik keterbatasan, kepedulian tetap menemukan jalannya—tenang, tulus, dan bermakna. (IR)

 

Kontributor: Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0