289 Butir Telur Dipanen, Produktivitas Ayam Petelur Lapas Batulicin Meningkat

289 Butir Telur Dipanen, Produktivitas Ayam Petelur Lapas Batulicin Meningkat

Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin kembali catat hasil panen 289 butir telur dari budidaya ayam petelur, Kamis (3/9). Capaian tersebut tunjukkan produktivitas peternakan yang terus meningkat.

Budidaya ayam petelur dikelola di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Batulicin dengan melibatkan Warga Binaan sebagai tamping. Saat ini terdapat 470 ekor ayam indukan berusia sekitar tujuh bulan yang dipelihara secara rutin untuk menjaga kondisi dan produktivitas ternak.

Warga Binaan terlibat sejak pemeliharaan ayam masih berusia kecil hingga tumbuh dan memasuki masa produktif.

Produktivitas ayam petelur terus alami peningkatan, dari sebelumnya hanya puluhan butir setiap hari hingga mencapai ratusan butir. Kini, hasil panen mencapai 289 butir dalam sekali panen. Seluruh hasil tersebut didistribusikan ke Dapur Sehat untuk penuhi kebutuhan konsumsi Warga Binaan.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, menjelaskan pemeliharaan ayam petelur merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan. Selain ayam petelur, Lapas Batulicin juga jalankan pembinaan peternakan bebek petelur serta perikanan melalui kolam lele dan ikan betok.

“Pemeliharaan ayam petelur merupakan salah satu kegiatan pembinaan kemandirian yang kami jalankan secara berkelanjutan. Warga Binaan dilibatkan dalam proses pemeliharaan sehingga mereka mendapatkan pengalaman langsung dalam merawat ternak, menjaga kondisi ayam, hingga memahami proses produksi telur, sementara hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di dalam Lapas,” ujar Harry.

Salah seorang Warga Binaan, D, mengatakan keterlibatannya dalam pemeliharaan ayam memberi pengalaman merawat ternak sejak tahap awal hingga memasuki masa produktif. Ia senang melihat hasil panen terus meningkat berkat perawatan rutin.

“Kami ikut merawat ayam sejak masih kecil sampai tumbuh dan mulai bertelur. Pakan diberikan tiga kali sehari, kami juga memperhatikan pemberian vitamin dan kebersihan air minum, sehingga senang melihat hasilnya terus meningkat dan telur yang dipanen bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan Warga Binaan,” ungkap D.

Secara terpisah, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menyampaikan bahwa peningkatan hasil panen menjadi salah satu indikator perkembangan kegiatan peternakan yang dikelola melalui pembinaan kemandirian.

“Kami melihat peningkatan produksi telur ini sebagai hasil dari proses pemeliharaan yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan Warga Binaan secara langsung. Pembinaan seperti ini akan terus kami dukung agar tidak hanya menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kebutuhan di dalam Lapas, tetapi juga memberikan pengalaman, keterampilan, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab yang dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat,” tegas Thoha. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Batulicin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0