Ada Doa yang Terus Terjaga, Warga Binaan Rutan Kebumen Istikamah Rawat Iman di Balik Jeruji

Ada Doa yang Terus Terjaga, Warga Binaan Rutan Kebumen Istikamah Rawat Iman di Balik Jeruji

Kebumen, INFO_PAS — Lantunan selawat menggema di Masjid Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen, Senin (19/10). Warga Binaan duduk bersaf, melantunkan selawat Al-Barzanji dengan khidmat, hingga memasuki rangkaian mahalul qiyam saat jamaah berdiri bersama untuk menyampaikan penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw. Di balik tembok Pemasyarakatan, kegiatan ini menghadirkan suasana religius sekaligus menjadi pengingat bahwa ruang untuk memperbaiki diri selalu terbuka bagi siapa pun.

Pembacaan Al-Barzanji yang dirangkaikan dengan mahalul qiyam tersebut menjadi pembinaan kepribadian bidang keagamaan yang terus dijaga di Rutan Kebumen. Bukan sekadar rutinitas, lantunan selawat menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt., meneladani akhlak Rasulullah, serta merenungkan kembali perjalanan hidup yang telah dilalui. Dalam kebersamaan itu, setiap bait selawat membawa pesan tentang kasih sayang, kesabaran, kerendahan hati, dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Petugas Rutan Kebumen, Slamet Wahyono, memandang pembinaan keagamaan sebagai bagian penting dalam proses perubahan Warga Binaan. Kegiatan seperti Al-Barzanji tidak hanya memberikan ruang untuk beribadah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif yang diharapkan tercermin dalam perilaku sehari-hari.

“Kami berharap Warga Binaan makin mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan meneladani akhlak Rasulullah. Pembinaan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga bagaimana mereka memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” ungkap Slamet.

Rangkaian mahalul qiyam menjadi salah satu momen yang menguatkan makna kegiatan tersebut. Ketika jamaah berdiri bersama, lantunan selawat yang dibaca secara serempak menghadirkan suasana kebersamaan tanpa sekat. Perbedaan latar belakang dan perjalanan hidup seolah melebur dalam satu tujuan mengungkapkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus berbenah. Di tempat yang membatasi kebebasan fisik, nilai-nilai spiritual tetap menemukan ruang untuk tumbuh dan memberikan makna bagi kehidupan.

Peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan, Imam, melihat kegiatan keagamaan memiliki arti lebih luas daripada pelaksanaan ibadah bersama. Kebersamaan dalam berselawat menjadi pengingat proses memperbaiki diri membutuhkan ketekunan, lingkungan yang mendukung, dan kesempatan untuk terus belajar.

“Bagi saya, kegiatan ini menunjukkan pembinaan bisa menyentuh sisi kemanusiaan yang paling mendasar. Saat berselawat bersama, kita diingatkan bahwa setiap orang masih memiliki kesempatan untuk berubah. Harapannya, nilai-nilai yang dipelajari tidak berhenti ketika kegiatan selesai, tetapi juga diterapkan dalam sikap dan kehidupan sehari-hari,” harap Imam.

Makna tersebut juga dirasakan oleh salah seorang Warga Binaan berinisial M. Ia mengungkapkan bahwa mengikuti pembacaan Al-Barzanji dan mahalul qiyam memberinya ruang untuk menenangkan diri, mendekatkan hati kepada Allah Swt., serta mengingat kembali pentingnya memperbaiki sikap dan perilaku. Baginya, kegiatan keagamaan menjadi salah satu cara untuk menjaga harapan selama menjalani masa pidana.

“Ketika mengikuti selawat bersama, hati terasa lebih tenang. Saya diingatkan bahwa selama masih diberi kesempatan hidup, saya harus terus belajar memperbaiki diri. Saya ingin menjadikan waktu di sini sebagai kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik serta nantinya kembali ke keluarga dan masyarakat dengan membawa perubahan,” ungkap M.

Pembinaan keagamaan di Rutan Kebumen merupakan upaya membangun karakter dan mempersiapkan Warga Binaan agar kembali menjalani kehidupan bermasyarakat secara lebih baik. Melalui kegiatan seperti pembacaan Al-Barzanji, selawat, dan mahalul qiyam, Warga Binaan tidak hanya diajak menjaga kedekatan spiritual, tetapi juga memahami nilai keteladanan, kedisiplinan, kepedulian, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut diharapkan tumbuh menjadi bekal dalam proses reintegrasi sosial setelah mereka menyelesaikan masa pidana. (IR)

 

 

Kontributor: Rutan Kebumen

What's Your Reaction?

like
2
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1