Bina Kemandirian Warga Binaan, Rutan Ambon Kembangkan Budi Daya 61 Ayam Petelur
Ambon, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon mulai kembangkan budi daya ayam petelur dengan memanfaatkan 61 bibit ayam sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan dukungan terhadap ketahanan pangan, Senin (19/10). Program ini diharapkan jadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan sekaligus berpotensi hasilkan sumber pangan berupa telur.
Melalui kegiatan ini, Warga Binaan berkesempatan pelajari keterampilan di bidang peternakan, mulai dari pemeliharaan ayam, pemberian pakan, hingga perawatan ternak dan kebersihan kandang. Pengetahuan tersebut diharapkan jadi bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Rutan Ambon, Meta Putra, dorong pengembangan program pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Menurutnya, budidaya ayam petelur tidak hanya berpotensi mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberi kesempatan bagi Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan praktis.
“Melalui pengembangan budi daya ayam petelur ini, kami berharap dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan keterampilan praktis kepada Warga Binaan. Kami ingin program pembinaan yang dilaksanakan di Rutan Ambon memiliki manfaat nyata, sehingga Warga Binaan dapat memperoleh pengalaman dan bekal untuk menjadi lebih mandiri ke depannya,” ungkap Meta Putra.
Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Rutan Ambon, Ode Ena, menjelaskan bahwa pemeliharaan 61 bibit ayam petelur menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang berorientasi pada kegiatan produktif. Dalam pelaksanaannya, Warga Binaan akan belajar memelihara ternak secara rutin dan bertanggung jawab.
“Budidaya ayam petelur ini menjadi kesempatan bagi Warga Binaan untuk mempelajari keterampilan baru di bidang peternakan. Dalam prosesnya, diperlukan kedisiplinan, ketekunan, dan tanggung jawab agar ayam dapat dipelihara dengan baik. Kami berharap kegiatan ini dapat berkembang dan memberikan manfaat, baik dalam mendukung ketahanan pangan maupun sebagai bekal keterampilan bagi Warga Binaan,” jelas Ode Ena.
Salah seorang Warga Binaan, Domy, menyambut baik pengembangan budi daya ayam petelur tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberinya kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru sekaligus mengisi waktu dengan aktivitas produktif.
“Saya senang dengan adanya kegiatan budi daya ayam petelur ini karena kami bisa belajar cara merawat dan memelihara ayam dengan baik. Dari kegiatan ini, kami juga belajar untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab. Harapannya, keterampilan yang kami dapatkan bisa berguna ketika nanti kembali ke masyarakat,” ungkap Domy.
Sebanyak 61 bibit ayam petelur tersebut diharapkan dapat menjadi potensi produksi telur setelah memasuki masa produksi. Karena itu, pemeliharaan yang baik dan berkelanjutan menjadi faktor penting untuk mendukung keberhasilan program. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Ambon
What's Your Reaction?


