Anak Binaan LPKA Pangkalpinang Ikuti Bengkel Sastra Penulisan Puisi bersama Kantor Bahasa Kep. Babel
Pangkalpinang, INFO_PAS - Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pangkalpinang bekerja sama dengan Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi membuka kegiatan Bengkel Sastra Penulisan Puisi untuk mengasah bakat literasi Anak Binaan, Rabu (12/8). Kegiatan dibuka oleh Kepala LPKA Pangkalpinang, Mustafa Kamaluddin Simamora, bersama Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Afriyendy Gusti, dan Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rita Aminah.
Mustafa menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kantor Bahasa dan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atas sinergi dan perhatian yang diberikan kepada Anak Binaan melalui Bengkel Sastra Penulisan Puisi. "Semoga seluruh Anak Binaan mengikuti kegiatan ini dengan baik dan memanfaatkan momen ini untuk mengasah potensi diri," harapnya.
Mustafa menambahkan keberhasilan pembinaan bagi Anak Binaan adalah tugas kita bersama. Makin banyak pihak yang terlibat dalam rangkaian kegiatan pembinaan, maka peluang keberhasilannya juga akan makin besar. Melalui bengkel sastra penulisan puisi ini, pihaknya berharap suatu saat muncul sosok-sosok yang suka menulis dan selalu menuangkan perasaan dan pikiran mereka ke dalam bentuk tulisan.
“Ada 35 Anak Binaan yang mengikuti bengkel sastra penulisan puisi ini. Semoga puisi karya anak-anak kita menjadi sebuah karya yang dibukukan dan dijadikan salah satu materi dalam pembejalaran di dunia pendidikan,” ucap Mustafa
Selaku Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Afriyendy Gusti menegaskan komitmennya untuk mengedukasi para peserta mengenai proses kreatif penulisan puisi dari dasar. Ia juga memberikan pesan motivasi agar Anak Binaan tidak ragu dalam berkarya dan mengekspresikan diri secara positif.
"Kami hadir untuk mengedukasi anak-Anak Binaan tentang bagaimana menulis puisi, mulai dari mencari ide hingga mengeksekusinya menjadi karya utuh. Penulisan puisi jangan pernah dianggap sepele karena ini adalah cerminan dari apa yang terlintas dalam pikiran dan diungkapkan melalui tulisan," tutur Afriyendy.
Senada, Sekretaris Dinas Pendidikan, Rita Aminah, turut memberikan dorongan semangat dengan membagikan pengalaman personalnya mengenai keajaiban dunia literasi. "Salah satu puisi Chairil Anwar yang berjudul 'Aku' menjadi motivasi hidup saya hingga hari ini. Puisi memiliki makna tersendiri bagi kita masing-masing sekaligus bisa menjadi penghibur di kala duka," ungkapnya.
Salah satu Anak Binaan yang berinisal SN senang bisa mengikuti kegiatan bengkel sastra penulisan puisi dan hal ini adalah kali pertama ia belajar menulis puisi. Ia mengungkapkan dengan menulis ia bisa meringankan beban yang ada di dalam kepala dan seolah rasa rindu keluarga menjadi terobati.
“Melalui bengkel sastra penulisan puisi ini saya bisa menuangkan apa yang saya pikirkan tentang keluraga, masa lalu, dan keinginan saya ke depan dalam sebuah karya puisi,” pungkas SN. (IR)
Kontributor: LPKA Pangkalpinang
What's Your Reaction?


