Asah Kemandirian di Sektor Pertanian, Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Dibekali Keahlian Budidaya Kacang Tanah
Malang, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang terus optimalkan program pembinaan kemandirian bagi para penghuninya. Memanfaatkan area terbuka yang produktif, pada Selasa (19/5) sejumlah Warga Binaan lakukam langkah awal dari program unggulan di bidang pertanian, yaitu memasuki masa tanam untuk komoditas tanaman kacang tanah.
Aktivitas pertanian ini bukan sekadar pembinaan biasa, melainkan kontribusi Lapas Perempuan Malang dalam mendukung penuh program Asta Cita Presiden RI terkait ketahanan pangan. Melalui pemanfaatan lahan branggang yang dijadikan area produktif, Lapas berupaya mencetak Warga Binaan yang terampil di sektor pangan sehingga memperkuat ketahanan pangan nasional yang dimulai dari lingkungan terkecil.
Kepala Subseksi Sarana Kerja, Ari, menjelaskan edukasi bertani di area branggang ini menuntut kedisiplinan tinggi agar para Warga Binaan memahami proses pertumbuhan tanaman dari hulu ke hilir di mulai dari ketepatan cara menanam hari ini. Warga Binaan tidak hanya menjalani pembinaan, tetapi juga dibekali keterampilan bermanfaat, salah satunya budidaya kacang tanah.
“Mereka diajarkan mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga panen secara langsung. Untuk masa tanam hingga panen, kacang membutuhkan waktu sekitar 80 sampai 100 hari tergantung jenis dan kondisi cuaca. Setelah dipanen, hasil kacang tersebut kemudian dijual di mana penghasilannya akan kembali dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dan kegiatan pembinaan Warga Binaan,” jelas Ari.
Memasuki masa tanam ini, ketelitian Warga Binaan dalam menata jarak tanam dan kedalaman tanah menjadi penentu awal keberhasilan. Dengan bimbingan dan pengawasan melekat dari petugas bimbingan kerja, Warga Binaan belajar mengenali karakteristik tanah yang ideal untuk menerima benih. Melalui edukasi intensif ini, Warga Binaan dipersiapkan untuk menjadi agen-agen penggerak kemandirian pangan saat mereka kembali ke masyarakat nanti.
Manfaat dari pembelajaran di fase awal pertanian ini dirasakan langsung oleh Warga Binaan. Salah seorang Warga Binaan, Novita, sangat bangga karena aktivitasnya sejalan dengan program prioritas negara.
"Awalnya saya tidak tahu sama sekali bagaimana cara menanam yang benar. Lewat bimbingan petugas, saya jadi paham teknik dasarnya. Memulai masa tanam di branggang hari ini membuat saya bangga karena apa yang kami kerjakan di sini ikut mendukung program pemerintah untuk kemandirian pangan. Ilmu ini sangat berharga sebagai bekal modal usaha saya nanti kalau sudah bebas," ungkap Novita.
Melalui kolaborasi yang harmonis antara komitmen petugas dan semangat belajar Warga Binaan, Lapas Perempuan Malang berhasil membuktikan keterbatasan ruang bukan hambatan untuk mendukung agenda besar nasional. Dimulainya masa tanam di area branggang ini menjadi simbol harapan baru bagi para Warga Binaan untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, berdaya, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan di Indonesia. (IR)
Kontributor: LPP Malang
What's Your Reaction?


